Pelayanan bagi lansia turut diperkuat melalui Kelas Opa Oma yang menjangkau sekitar 120 orang setiap bulan. Kegiatannya meliputi pemeriksaan kesehatan, aktivitas fisik, dan pemberdayaan lansia.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengatakan gedung baru tersebut memungkinkan puskesmas mengembangkan layanan yang sebelumnya terkendala keterbatasan ruang.
Menurut Ani, pelayanan dasar tetap mencakup layanan 24 jam dan rawat bersalin. Namun, kapasitas bangunan yang lebih luas memungkinkan pengembangan layanan kunjungan sehat yang menitikberatkan pada upaya promotif dan preventif.
“Gedung lama Puskesmas Kecamatan Taman Sari di Jalan Blustru kini dialihfungsikan menjadi Pustu Taman Sari untuk memperkuat jangkauan pelayanan kesehatan masyarakat,” kata Ani.
Ani menambahkan, seluruh 44 kecamatan di Jakarta telah memiliki puskesmas kecamatan dengan layanan 24 jam.
Pada 2025, Pemprov DKI Jakarta membangun fasilitas kesehatan di delapan lokasi, terdiri atas dua puskesmas kecamatan dan enam Pustu.
Sementara pada 2026, pembangunan tiga Pustu di Jakarta Barat, yakni Slipi II, Tegal Alur, dan Kedoya Utara, masih berlangsung. (M4)
