Pramono Anung Resmikan Puskesmas Taman Sari, Warga Tanpa KTP Jakarta Tetap Bisa Berobat

Senin 26 Okt 2026, 13:02 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meresmikan Puskesmas Taman Sari, Senin 26 Oktober 2026. (Sumber: Pemprov DKI)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meresmikan Puskesmas Taman Sari, Senin 26 Oktober 2026. (Sumber: Pemprov DKI)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan pelayanan kesehatan harus dapat diakses seluruh masyarakat yang membutuhkan, termasuk warga yang tidak memiliki KTP Jakarta, Senin, 26 Oktober 2026.

Pramono mengatakan, peningkatan fasilitas kesehatan harus diikuti dengan kemudahan masyarakat dalam memperoleh pelayanan dasar. Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami memberikan perhatian khusus pada kesehatan, pendidikan, dan bantalan sosial. Pertumbuhan ekonomi yang baik tidak ada artinya jika tidak berdampak pada masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, anggaran yang bersumber dari pajak harus diwujudkan menjadi pelayanan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” tegas Pramono saat meresmikan gedung baru Puskesmas Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Senin.

Gedung baru Puskesmas Taman Sari berdiri di atas lahan seluas 976 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 2.725 meter persegi. Fasilitas ini diharapkan mampu menunjang pelayanan kesehatan di kawasan padat penduduk, pasalnya mampu melayani sekitar 124.576 warga dengan rata-rata kunjungan mencapai 500 pasien per hari.

Baca Juga: Mendagri Minta Pramono Ubah APBD Jakarta, Anggarkan Bedah Rumah Tak Layak Huni

Pramono menilai, kelengkapan fasilitas di puskesmas tersebut juga mendukung pelayanan kesehatan yang lebih menyeluruh, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, hingga lanjut usia (lansia).

“Mulai dari sebelum bayi lahir, bayi, balita, sampai dengan lansia, fasilitasnya ada di tempat ini. Saya juga melihat ada fasilitas untuk latihan fisik bagi lansia. Ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga menjaga kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Untuk memperluas jangkauan pelayanan, Puskesmas Taman Sari didukung lima Puskesmas Pembantu (Pustu) dan 63 Posyandu yang telah menerapkan Smart Posyandu.

Sejumlah program juga dijalankan, di antaranya PELITA untuk penanganan tuberkulosis (TBC) dan kusta. Kemudian program TARI untuk stimulasi tumbuh kembang anak, serta BEKEL untuk pendampingan ibu hamil dan nifas.

Baca Juga: Pramono Anung Beberkan Strategi DKI Jadikan Jakarta Pusat Ekonomi Kreatif di WCCE 2026

Program BEKEL mendampingi sekitar 36 ibu hamil dan 11 ibu nifas setiap bulan. Sementara itu, TARI yang berjalan sejak Agustus 2026 melayani sekitar 25 balita per bulan.


Berita Terkait


News Update