POSKOTA.CO.ID - Aktor ternama tanah air, Nicholas Saputra, kembali mencuri perhatian publik setelah membagikan potret reflektif mengenai kondisi kerusakan lingkungan hidup di Indonesia.
Melalui akun media sosial pribadinya, bintang film berdarah Jerman-Indonesia ini menyoroti rentetan bencana ekologis yang dinilai sebagai alarm darurat bagi kelestarian bumi.
Seruan tersebut dibagikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta pemerintah agar lebih serius untuk melakukan mitigasi bencana. Pasalnya, dampak dari kerusakan alam kini dirasakan secara nyata oleh masyarakat di berbagai daerah.
Potret Dampak Banjir Bandang di Aceh Hingga Karhutla di Kalimantan
Dalam unggahannya, aktor kelahiran Jakarta ini membagikan dua dokumentasi foto perjalanan yang merekam langsung dampak kerusakan ekologis di berbagai wilayah. Foto pertama diambil pada 9 Januari 2026 di Tenge Besi, Aceh, yang menunjukkan kondisi pascabencana banjir bandang dan longsor sebulan lebih setelah melanda tiga provinsi di Sumatra.
Baca Juga: Aktor Fedi Nuril dan Nicholas Saputra Desak Kapolri Listyo Sigit Prabowo Mundur dari Jabatannya
Sementara itu, foto kedua diabadikan pada 18 Agustus 2026 di kawasan Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat. Dalam potret tersebut, terlihat jelas peristiwa kebakaran hutan menyelimuti udara sejak sebulan sebelumnya.
Pemerhati lingkungan tersebut mengungkapkan bahwa kondisi tersebut berdampak luas terhadap kehidupan warga di lapangan.
“Sampai hari ini Aceh belum sepenuhnya pulih, kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di Kalimantan, Sumatra, Papua, dan wilayah lain di Indonesia. Kehidupan masyarakat terganggu, termasuk anak-anak yang harus menghirup kabut asap selama berbulan-bulan,” tulis Nicholas dalam keterangannya di Instagram, dikutip Poskota, Minggu, 25 Oktober 2026.
Alarm Kerusakan Lingkungan Kerap Diabaikan dan Butuh Mitigasi Nyata
Rentetan bencana ekologis yang terjadi secara beruntun ini menegaskan bahwa alam dan ilmu pengetahuan sebenarnya sudah memberikan banyak peringatan dini. Namun, berbagai sinyal bahaya tersebut sering kali diabaikan oleh para pembuatan kebijakan maupun masyarakat luas dalam mengelola lingkungan.
Baca Juga: Nicholas Saputra Berpesan untuk GenZ: Passion Itu Harus Diuji
Pemeran Rangga dalam film Ada Apa dengan Cinta ini menegaskan bahwa kerusakan alam yang berulang bukanlah sebuah takdir yang tidak bisa dicegah. Melainkan, ada kelalaian dalam mengambil tindakan mitigasi yang semestinya dilakukan sejak jauh-jauh hari.
Ia menilai alam telah memberikan banyak tanda bahaya atas krisis ekologi yang sedang melanda. Namun, peringatan tersebut kerap kali ditolak dan diabaikan begitu saja oleh pihak-pihak yang memegang kendali.
"Keduanya adalah bencana ekologis yang sebenarnya bisa dimitigasi. Alam dan science sudah memperingatkannya. Alarmnya sering berbunyi, tetapi tombol snooze kerap ditekan," tegas sang aktor. (M7)
