Salah seorang pengunjung, Anshary, 28 tahun, mengaku tertarik mencoba Bakmie Tjokin karena ingin mencicipi kuliner yang sebelumnya dikenal berasal dari Bandung.
Menurutnya, kehadiran kedai tersebut di Blok M memudahkan pencinta bakmi untuk menikmati hidangan tanpa harus bepergian jauh ke luar kota.
“Awalnya penasaran karena Bakmie Tjokin ini berasal dari Bandung. Kebetulan saya juga urang Sunda asli,” ucap Anshary.
Menurut Anshary, selain menawarkan menu utama berupa bakmi, pilihan makanan pendamping seperti pangsit chili oil, pangsit goreng, dan bakso keju turut memberikan variasi bagi pengunjung.
Beragam pilihan tersebut memungkinkan pelanggan menyesuaikan pesanan dengan selera masing-masing, baik saat datang sendiri maupun bersama rombongan.
Pengunjung lainnya, Suherlina, 28 tahun, menilai keberadaan berbagai kedai kuliner di Blok M membuat kawasan tersebut semakin menarik untuk dikunjungi.
Selain bisa menikmati makanan, pengunjung juga dapat berjalan-jalan dan mencoba tempat nongkrong yang berada tidak jauh dari lokasi.
“Menurut saya, Blok M sekarang punya banyak pilihan makanan. Jadi, kalau datang bersama teman, kita bisa makan sekaligus mencari tempat lain untuk nongkrong. Bakmie Tjokin juga bisa menjadi salah satu pilihan untuk dicoba,” kata Suherlina.
Bagi Suherlina, cita rasa bakmi yang disajikan Bakmie Tjokin juga menjadi daya tarik bagi pengunjung karena dinilai mampu bersaing dengan hidangan di restoran berbintang.
Perpaduan rasa yang menggugah selera dan pilihan menu pendamping membuat pengalaman bersantap terasa istimewa, meski dinikmati di kedai yang berada di tengah ramainya kawasan Blok M.
