JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Gubernur Jakarta, Pramono Anung menyiapkan konsep penataan untuk sejumlah kawasan, termasuk Pasar Baru.
Pasar Baru akan dikembangkan sebagai pusat kuliner malam seperti Myeong-dong di Korea Selatan. Kuliner tersedia selama 24 jam penuh.
Penataan tersebut menjadi bagian dari rencana pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD) yang terintegrasi dengan jaringan transportasi massal, khususnya MRT Jakarta.
“Di Pasar Baru bayangan saya adalah menjadi tempat kuliner 24 jam malam kayak Myeong-dong,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Senin, 12 Oktober 2026.
Pramono mengatakan, pengembangan kawasan akan dilakukan secara bertahap. Setelah Blok M, Pemprov berencana melanjutkan penataan Pasar Baru, Glodok, hingga Kota Tua.
Sementara itu, Glodok akan dikembangkan dengan mengandalkan identitasnya sebagai kawasan pecinan, termasuk daya tarik kulinernya. Adapun Kota Tua diarahkan menjadi kawasan wisata dengan suasana yang mendekati karakter Eropa dan menyasar wisatawan mancanegara.
“Kota Tua akan kita buat untuk middle-up. Artinya mudah-mudahan turis yang datang dari Eropa. Sehingga suasananya akan lebih mendekati agak Eropa-eropa-an,” ucapnya.
Ia menilai, pembentukan karakter berbeda di setiap kawasan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi Jakarta. Konsep tersebut juga diharapkan membuat kawasan yang terhubung dengan transportasi publik memiliki identitas yang lebih kuat.
Baca Juga: Pramono Targetkan Jalan Penghubung Kelapa Gading-Pulo Gadung Rampung 2027, Mampu Urai Macet
Pengembangan kawasan tersebut berjalan beriringan dengan pembangunan jaringan transportasi massal. Pramono menyebut, konektivitas MRT menjadi salah satu penunjang agar masyarakat dapat mengakses berbagai kawasan tanpa bergantung pada kendaraan pribadi.
