POSKOTA.CO.ID - Barbarossa Muhammad Farros dan Gibran Muhammad Fawwaz menjadi perhatian publik setelah nama keduanya tercantum sebagai tenaga ahli di Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).
Keduanya merupakan anak Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, yang kini menjadi sorotan menyusul informasi pengangkatan anggota keluarganya di lingkungan kementerian yang dipimpinnya.
Nama Barbarossa dan Gibran tercantum dalam dokumen Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pengangkatan Tenaga Ahli Menteri Haji dan Umrah.
Dokumen tersebut dilaporkan beredar pada Juni 2026. Perbincangan kemudian berkembang pada latar belakang Pendidikan hingga pengalaman kerja keduanya.
Irfan Yusuf pun memberikan penjelasan mengenai proses yang melatarbelakangi pengangkatan tersebut.
Ia menyebut, anaknya dan sejumlah santri telah membantu pembentukan BP Haji sejak lembaga itu mulai dibangun pada akhir 2024.
Menurut Irfan, ketika dirinya dan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mulai menjalankan tugas, BP Haji belum memiliki perangkat organisasi dan fasilitas pendukung yang memadai.
“Keluar dari istana kita enggak punya staf, kita enggak punya kantor, kita enggak punya apa-apa,” kata Menhaj.
Dia menjelaskan, kondisi tersebut membuat dirinya dan Dahnil mendapatkan dukungan dari orang-orang yang sebelumnya berada di lingkungan masing-masing.
Dahnil mendapat bantuan dari timnya yang berasal dari Kementerian Pertahanan, sedangkan Irfan dibantu sejumlah santri dan anaknya.
“Akhirnya Bang Dahnil (wamenhaj) disambut timnya dari Kementerian Pertahanan, saya disambut santri-santri saya dan sama anak saya. Dan mereka ini yang tanpa diminta membantu pembentukan badan penyelenggara haji itu. Tanpa gaji tanpa apa-apa selama 3 atau 4 bulan. Itu yang terjadi,” ungkapnya.
