JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Realisasi belanja daerah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta baru mencapai Rp40,40 triliun atau 54,39 persen dari pagu Rp74,29 triliun hingga 30 September 2026.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mempercepat penyelesaian kegiatan agar tidak menumpuk pada akhir tahun.
“Saya secara khusus telah meminta kepada perangkat daerah untuk segera menyelesaikan kegiatan sehingga tidak menumpuk di ujung tahun,” kata Pramono dalam jumpa pers realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Triwulan III 2026 di Balai Kota Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Oktober 2026.
Menurutnya, persiapan pelaksanaan program perlu dilakukan sejak awal tahun anggaran agar pekerjaan tidak terkonsentrasi pada November dan Desember.
Baca Juga: Penumpang Transjabodetabek Bogor-Blok M Melonjak 5 Kali Lipat, Pemprov DKI Buka Peluang Rute Baru
“Karena ini selalu menjadi tradisi baik di pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, semuanya ditumpuk di ujung tahun, apakah November, Desember dan sebagainya,” ujarnya.
Pramono menyeubtkan penggunaan APBD tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang ditetapkan maupun dibelanjakan, tetapi juga dari manfaatnya bagi masyarakat.
Ia menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik, aktivitas ekonomi, serta pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan warga Jakarta.
Di sisi pendapatan, Pemprov Jakarta mencatat realisasi sebesar Rp44,98 triliun atau 62,95 persen dari target Rp71,45 triliun hingga akhir September 2026.
Menurutnya, sebagian besar pendapatan daerah tersebut bersumber dari perpajakan. Karena itu, ia menilai keterbukaan informasi mengenai penerimaan dan penggunaan anggaran menjadi bagian penting dari pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakat.
