Sementara itu, penerimaan pembiayaan daerah telah mencapai Rp6,46 triliun atau 64,43 persen dari target Rp9,88 triliun.
Adapun pengeluaran pembiayaan daerah tercatat sebesar Rp2,02 triliun atau 28,74 persen dari pagu Rp7,04 triliun. Secara keseluruhan, APBD DKI Jakarta 2026 ditetapkan sebesar Rp81,33 triliun.
Dalam kesempatan yang sama, Pramono turut memaparkan kondisi perekonomian Jakarta. Ia menyebut ekonomi Ibu Kota tumbuh 5,52 persen pada Triwulan II 2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.
Kontribusi ekonomi Jakarta terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional tercatat sekitar 16,32 persen.
Pertumbuhan tersebut ditopang berbagai sektor usaha, termasuk konstruksi yang mencatat pertumbuhan sebesar 10,84 persen sebagaimana dipaparkan dalam konferensi pers.
Selain itu, indeks keyakinan konsumen Jakarta pada Agustus 2026 berada di level 150. Angka tersebut menjadi salah satu indikator optimisme masyarakat terhadap kondisi perekonomian.
Pramono berharap perkembangan ekonomi tersebut dapat berjalan seiring dengan pelaksanaan APBD yang tepat waktu dan memberikan manfaat bagi warga. (M4)
