Motif Penembakan Bharatu Valdo Terkuak, Tersangka Diduga Dendam jadi Korban Perundungan

Selasa 20 Okt 2026, 06:35 WIB
Ilustrasi penembakan polisi. (Sumber: Freepik/@senivpetro)
Ilustrasi penembakan polisi. (Sumber: Freepik/@senivpetro)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Dugaan perundungan terhadap teman seangkatan disebut menjadi latar belakang penembakan yang menewaskan Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai di Markas Ditpoludara Korpolairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.

Pengacara keluarga korban, Petrus Bala Pattyona mengatakan informasi tersebut diperolehnya setelah menerima penjelasan dari penyidik Unit 2 Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Senin, 19 Oktober 2026.

Berdasarkan keterangan penyidik, dugaan perundungan bukan dilakukan oleh Valdo, melainkan oleh teman-teman seangkatan Bharada Andika Rahmadani yang menjadi tersangka.

“Menurut penyidik tadi menjelaskan, teman-teman seangkatan korban sering membully tersangka. Jadi bukan bukan almarhum yang membully, tapi teman-temannya,” kata Petrus kepada awak media, Senin, 19 Oktober 2026.

Baca Juga: DPR RI Singgung Perundungan di Polri Buntut Polisi Tembak Sesama Anggota

Meski demikian, kata Petrus, penyidik masih mendalami alasan Andika diduga menyerang Valdo serta kaitan persoalan perundungan tersebut dengan aksi penembakan. Petrus menyebut, berdasarkan penjelasan yang diterimanya, penyidik untuk sementara menetapkan Andika sebagai satu-satunya pelaku.

Namun, kata Petrus, asal-usul senapan laras panjang yang digunakan dalam kejadian tersebut masih menjadi pertanyaan yang didalami penyidik. Petrus mengatakan, penyidik belum menyampaikan kesimpulan mengenai bagaimana tersangka memperoleh senjata itu.

“Tim penyidik menjelaskan, untuk saat ini satu orang. Karena ada pertanyaan dari mana dia memiliki senapan laras panjang itu, itu masih didalami,” kata Petrus.

Lanjut Petrus, penyidik juga mengandalkan bukti rekaman kamera pengawas atau CCTV untuk menelusuri pergerakan tersangka sebelum dan setelah kejadian. Rekaman tersebut disebut menjadi salah satu petunjuk penting dalam mengungkap rangkaian peristiwa.

Baca Juga: Polisi Tembak Sesama Personel di Pondok Cabe, Pengamat Sebut Momentum Evaluasi Total Polri

“Mereka memiliki data yang sangat akurat yaitu CCTV. Jadi mereka menyampaikan kepada kami, percayakan kepada tim penyidik Jatanras, apa saja informasi atau perkembangannya kami akan disampaikan,” tutur Petrus.


Berita Terkait


News Update