Kopi Pagi: Memasuki Tahun Ketiga Pemerintahan Prabowo

Senin 19 Okt 2026, 07:00 WIB
Ilustrasi Kopi Pagi.(Sumber: Poskota)
Ilustrasi Kopi Pagi.(Sumber: Poskota)

Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemeriksaan kesehatan, dan penguatan pendidikan layak diapresiasi karena berangkat dari persoalan yang nyata, menyiapkan sumber daya manusia sehat, cerdas, berkualitas dan berintegritas menuju Indonesia Emas.

Baca Juga: Kopi Pagi: Menuju Adil dan Makmur (2)

Swasembada pangan nyata juga adanya guna memperkuat ketahanan negara.

Meski begitu, keberhasilan tak cukup diukur dari angka – angka,tidak berhenti pada jangkauan administratif, tetapi berlanjut menjadi peningkatan kualitas hidup.

Keberhasilan pangan tidak cukup diukur melalui angka produksi nasional. Harga yang terjangkau, pendapatan petani, produktivitas lahan, ketersediaan air, dan ketahanan terhadap perubahan iklim juga harus menjadi bagian dari evaluasi.

Memasuki tiga tahun pemerintahan, semua program prioritas harus lebih disinkronkan dan difokuskan untuk memberi manfaat nyata dan langsung dirasakan masyarakat semua kalangan.

Baca Juga: Kopi Pagi: Menyiapkan Generasi Emas

Swasembada yang meningkatkan produksi tetapi tidak memperbaiki kesejahteraan petani akan menyisakan persoalan besar.

Pertumbuhan perlu diikuti oleh penciptaan pekerjaan produktif, peningkatan upah riil, perluasan kesempatan berusaha, dan distribusi manfaat pembangunan yang lebih merata.

Ketika masyarakat masih merasakan kenaikan harga kebutuhan pokok, kian merosotnya pendapatan, masih sulitnya mencari pekerjaan, menghadapi tekanan biaya hidup untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. gambaran masih ada yang perlu dikoreksi dan diperbaiki.

Evaluasi harus dilakukan dengan penuh keterbukaan dan kejujuran. Kita tidak harus menutup mata atas keberhasilan, terlebih telah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Tidak pula sungkan menyampaikan kritik terhadap pekerjaan yang belum menghasilkan perubahan seperti dijanjikan, seperti dikatakan Pak Harmoko dalam kolom “Kopi Pagi” di media ini.

Satu catatan, memasuki tahun ketiga pemerintahan Presiden Prabowo, kian menghadapi segala dinamika, baik politik, ekonomi, sosial dan keamanan. Fenomena akan kian kasat mata, Meski begitu, “Kapal Indonesia 08” harus terus melaju di tengah rintangan yang kian membentang, derasnya hempasan ombak yang semakin kencang, dan kemungkinan badai menghadang.


Berita Terkait


News Update