KEBAYORAN BARU, POSKOTA.CO.ID - Memburuknya kualitas udara di Jakarta dalam beberapa hari terakhir memunculkan kekhawatiran masyarakat, terutama terkait dampaknya terhadap kesehatan. Terlebih, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut Ibu Kota termasuk wilayah yang terdeteksi berada dalam sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sejumlah warga mengharapkan pemerintah memberikan informasi yang jelas mengenai kondisi udara terkini, termasuk potensi dampak asap karhutla terhadap kesehatan.
Mereka juga berharap pemantauan kualitas udara dilakukan secara berkala agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari.
“Kalau udara buruk, setiap harinya di Jakarta memang begitu. Saya berharap pemerintah menjelaskan kondisi sebenarnya dan memberikan imbauan yang jelas supaya masyarakat tahu apa yang harus dilakukan,” ujar Faturrahman 37 tahun, warga Pesanggrahan, Jakarta Selatan kepada Poskota, Jumat, 16 Oktober 2026.
Baca Juga: Pengamat Ingatkan Asap Karhutla di Jakarta Perlu Dipastikan, Pemprov Diminta Siaga
Namun, kata pria yang bekerja sebagai jurnalis media mainstream itu menegaskan langkah yang penting itu menghentikan karhutla di Kalimantan dan Sumatera.
Menurutnya dampak yang dirasakan warga Jakarta tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan penderitaan warga di lokasi karhutla.
"Percuma saja kalau karhutlanya enggak ditangani serius. Tolong pemerintah lebih serius," ucap Faturrahman.
Kekhawatiran juga muncul di kalangan warga yang setiap hari beraktivitas di luar ruangan, seperti pekerja lapangan, pengemudi ojek daring, dan pedagang.
Baca Juga: Udara Jakarta Tidak Sehat, Pramono Minta Fasilitas Kesehatan Siaga
Mereka berharap ada langkah antisipasi yang memadai, mengingat aktivitas pekerjaan membuat mereka tidak selalu bisa menghindari paparan udara luar.
