JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gubernur Jakarta, Pramono Anung menyoroti penurunan angka kemiskinan di Jakarta yang kini berada di bawah 4 persen. Meski demikian, ia mengakui ketimpangan ekonomi masih menjadi persoalan yang perlu ditangani.
“Baru pertama kali ini Jakarta tingkat kemiskinannya di bawah 4 persen. Selama ini selalu di atas 4 persen,” kata Pramono di Rawa Buaya, Jakarta Barat, Kamis, 15 Oktober 2026.
Selain penurunan angka kemiskinan, Pramono menyebut perekonomian Jakarta tumbuh sebesar 5,25 persen. Ia juga menyoroti tingkat inflasi Jakarta yang disebutnya menjadi salah satu yang terendah di kawasan Jawa dan Bali.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tersebut masih dihadapkan pada persoalan ketimpangan sosial. Ia menyebut rasio gini Jakarta mencapai 0,435, yang menunjukkan distribusi pengeluaran masyarakat masih timpang.
Baca Juga: Pramono Resmikan Universitas Ciputra Jakarta, Harap Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Oleh karena itu, Pemprov Jakarta akan mempertahankan tiga sektor utama dalam kebijakannya, yakni pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial.
“Dalam pemerintahan yang saya pimpin di Jakarta ini ada tiga hal yang saya bilang kepada jajaran Balai Kota yang tidak boleh dikurangi, bahkan ditingkatkan. Yang pertama berkaitan dengan pendidikan, yang kedua kesehatan, dan yang ketiga bantalan sosial,” ujarnya.
Pramono menilai ketiga sektor tersebut penting untuk memastikan masyarakat, terutama dari keluarga kurang mampu, tetap memperoleh akses terhadap layanan dasar.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta, persentase penduduk miskin pada Maret 2026 tercatat sebesar 3,96 persen. Angka tersebut turun 0,07 poin persentase dibandingkan September 2025 yang mencapai 4,03 persen.
Baca Juga: Beasiswa LPDP Jakarta Belum Dibuka, Pramono Segera Bahas Mekanisme dengan Kemenkeu
Jumlah penduduk miskin di Jakarta juga berkurang dari 439.120 orang pada September 2025 menjadi 432.620 orang pada Maret 2026. Artinya, terdapat penurunan sekitar 6.500 penduduk miskin dalam periode tersebut. (M4)
