Udara Jakarta Tidak Sehat, Pramono Minta Fasilitas Kesehatan Siaga

Jumat 16 Okt 2026, 17:56 WIB
Gubernur Jakarta, Pramono Anung memberikan pernyataan kepada media di Kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Jumat, 16 Oktober 2026. (Sumber: Poskota/Syifa Putri)
Gubernur Jakarta, Pramono Anung memberikan pernyataan kepada media di Kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Jumat, 16 Oktober 2026. (Sumber: Poskota/Syifa Putri)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mempersiapkan mitigasi untuk menangani kondisi udara buruk yang melanda Ibu Kota akhir-akhir ini.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung menyebut Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI telah berkoordinasi dengan 31 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 pembantu puskesmas untuk bersiaga menangani efek dari kondisi udara Jakarta.

“Maka untuk itu saya sudah memerintahkan kepada ratusan fasilitas kesehatan untuk mereka bersiap diri memberikan bantuan sepenuhnya bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan ataupun hal-hal yang lain yang berkaitan dengan kondisi udara yang seperti ini,” kata Pramono di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Jumat, 16 Oktober 2026.

Pramono membenarkan kualitas udara Jakarta berada dalam kategori tidak sehat. Data ini ia peroleh melalui alat pemantauan emisi yang dimiliki Pemprov Jakarta.

Baca Juga: Diduga Microsleep, Sopir Truk Tangki Tewas Tabrak Trailer di Tol Cacing

“Jakarta mempunyai pemantau untuk emisi itu jumlahnya ratusan. Sebenarnya tanpa dari BMKG saja datanya sudah ada,” ujarnya.

Meski begitu, ia mengaku belum dapat memastikan penyebab memburuknya kualitas udara tersebut. Ia memilih untuk tidak berspekulasi mengenai faktor yang memicu kondisi tersebut.

“Sebenarnya saya ingin menyampaikan kepada publik, tetapi saya tidak ingin kemudian ini malah menjadi pro-kontra apakah ini disebabkan oleh apa. Tapi yang jelas bahwa betul sekarang ini kondisinya tidak baik,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Utama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Guswanto belum dapat memastikan buruknya kualitas udara di Jakarta berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Baca Juga: Udara Jakarta Memburuk, DLH DKI Tegaskan Bukan karena Asap Karhutla

“Ada asap di udara lapisan atas, namun belum terpantau mengarah ke Jakarta,” tuturnya. (M4)


News Update