Suarakan Asap Karhutla, Amat Kazhoang Kreator asal Kalimantan Diancam Diculik

Rabu 14 Okt 2026, 17:37 WIB
Ilustrasi seorang kontent kreator di Kalimantan diancam diculik buntut kritik karhutla. (Sumber: Pixabay/iqbalstock)
Ilustrasi seorang kontent kreator di Kalimantan diancam diculik buntut kritik karhutla. (Sumber: Pixabay/iqbalstock)

BANJARMASIN, POSKOTA.CO.ID - Gelombang aksi menyuarakan dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan memicu berbagai respons di ruang digital. Amat Kazhoang (@amat_kazhoang), seorang kreator konten asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menjadi sasaran teror usai kritiknya parahnya kabut asap.

Melalui konten-kontennya, Amat menyoroti penderitaan masyarakat lokal yang telah hampir empat bulan menghirup udara tidak sehat. Ia memperlihatkan dampak nyata di lapangan, mulai dari maraknya anak-anak dan lansia yang terserang penyakit ISPA, meningkatnya kasus kecelakaan fatal akibat jarak pandang terbatas, hingga jatuhnya korban jiwa.

Ia juga menyentil pernyataan pejabat pemerintah yang menyebut aktivitas warga di Kalimantan tetap berjalan normal di tengah kepungan asap. Dalam videonya yang viral, ia meluapkan keheranannya terhadap narasi tersebut.

"Kata Bapak Kepala BNPB, aktivitas di Kalimantan itu normal-normal saja. Lalu bagaimana dengan orang-orang yang sudah banyak terjadi kecelakaan, apalagi sampai meninggal dunia? Banyak orang tua, anak kecil semuanya terkena penyakit ISPA. Kalau enggak dinormal-normalin, gimana bisa kerja? Gimana bisa makan?" ungkap Amat dalam videonya.

Baca Juga: Dua Relawan Karhutla di Kalimantan Tengah Meninggal dalam Tiga Hari

Ancaman Penculikan

Usai kritiknya menyita perhatian publik, Amat mulai menerima berbagai bentuk teror dan ancaman melalui pesan singkat. Dalam unggahan tangkapan layarnya, Amat memperlihatkan pesan ancaman bernada intimidasi ekstrem seperti "tar kami culik nanges" dari akun tak dikenal.

Tidak hanya itu, tangkapan layar percakapan WhatsApp memperlihatkan pesan berbahasa Banjar dengan nada tinggi dari nomor tidak dikenal.

"Padahi lwan kawan ikam. Jangan nyari kesempatan bikin vidio kabut asap sampe nyalahin pak prabowo. Maksut tujuan buhan ikam apa ?? (Beri tahu temanmu. Jangan cari kesempatan buat video kabut asap sampai menyalahkan Pak Prabowo. Maksud dan tujuan kalian apa??),” tulis pemilik nomor.

Pengirim pesan juga menuding aksi vokal Amat sebagai bentuk giringan opini politis dan mengaitkannya dengan sentimen kekalahan dalam pemilu 2024.

Baca Juga: Karhutla Kalimantan Picu Asap Pekat, Jarak Pandang Warga Tinggal 1–2 Meter

Cecaran Penelepon dan Pembelaan Amat Kazhoang Soal Realita Lapangan

Situasi memuncak saat nomor misterius tersebut melakukan panggilan telepon langsung kepada Amat. Dalam rekaman percakapan suara yang diunggah Amat, pria di seberang telepon mengaku sebagai pendukung yang tidak terima dengan konten kritiknya.

Penelepon mencecar Amat agar tidak membawa-bawa nama pemerintah pusat serta meremehkan usia Amat dengan menyebut kabut asap pada masa lalu jauh lebih parah.

"Jangan sampai bawa-bawa pemerintah pusat. Kalimantan dari dulu memang sudah asap kabut. Umur kamu berapa sekarang, sok-sokan jadi pahlawan," tegas penelepon tersebut.

Baca Juga: Apakah Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Bisa Sampai Jakarta? Begini Penjelasannya

Menanggapi intimidasi tersebut, Amat memberikan jawaban menohok. Ia menegaskan bahwa sebagai warga asli Kalimantan yang merasakan langsung pekatnya asap setiap hari, ia memiliki hak penuh untuk bersuara dan menyampaikan realita objektif di lapangan tanpa harus dibatasi oleh faktor usia maupun tekanan pihak tertentu.

Gelombang Dukungan Warganet dan Isu Kebebasan Berpendapat

Langkah berani Amat Kazhoang dalam mempublikasikan rekaman teror tersebut memantik gelombang dukungan luas dari netizen. Kolom komentar unggahannya dipenuhi pesan penyemangat agar Amat tidak gentar dalam menyuarakan kondisi daerah

"GA USAH TAKUT BUAT BERSUARA!" tulis akun @rusyd*****_ memberikan dukungan. Pesan dukungan juga disampaikan oleh sesama content creator @virdian_aurellio yang menuliskan, "Stay safe braderrr,".

Di sisi lain, publik turut menyuarakan keprihatinan mereka  terkait ancaman kebebasan bersuara.

Baca Juga: Leonardo DiCaprio Komentari Karhutla Indonesia, Soroti Ancaman Satwa Langka

"Apa-apa diancam culik, dihilangin, dibungkam, intimidasi itu tanda dan bukti apa toh adek adek?" ungkap akun @toupu***.

Sejumlah warga lokal Kalimantan pun turut membantah narasi penelepon yang terkesan memaklumi bencana asap yang sedang terjadi. Melalui kolom komentar, mereka menegaskan bahwa kondisi kabut asap saat ini tidak bisa dianggap wajar atau disamakan dengan masa lalu.

Kasus ini menjadi cerminan pentingnya perlindungan kebebasan bersuara bagi para kreator konten dan masyarakat lokal saat mengawal isu-isu lingkungan dan bencana di daerahnya. (m6)


Berita Terkait


News Update