BANJARMASIN, POSKOTA.CO.ID - Gelombang aksi menyuarakan dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan memicu berbagai respons di ruang digital. Amat Kazhoang (@amat_kazhoang), seorang kreator konten asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menjadi sasaran teror usai kritiknya parahnya kabut asap.
Melalui konten-kontennya, Amat menyoroti penderitaan masyarakat lokal yang telah hampir empat bulan menghirup udara tidak sehat. Ia memperlihatkan dampak nyata di lapangan, mulai dari maraknya anak-anak dan lansia yang terserang penyakit ISPA, meningkatnya kasus kecelakaan fatal akibat jarak pandang terbatas, hingga jatuhnya korban jiwa.
Ia juga menyentil pernyataan pejabat pemerintah yang menyebut aktivitas warga di Kalimantan tetap berjalan normal di tengah kepungan asap. Dalam videonya yang viral, ia meluapkan keheranannya terhadap narasi tersebut.
"Kata Bapak Kepala BNPB, aktivitas di Kalimantan itu normal-normal saja. Lalu bagaimana dengan orang-orang yang sudah banyak terjadi kecelakaan, apalagi sampai meninggal dunia? Banyak orang tua, anak kecil semuanya terkena penyakit ISPA. Kalau enggak dinormal-normalin, gimana bisa kerja? Gimana bisa makan?" ungkap Amat dalam videonya.
Baca Juga: Dua Relawan Karhutla di Kalimantan Tengah Meninggal dalam Tiga Hari
Ancaman Penculikan
Usai kritiknya menyita perhatian publik, Amat mulai menerima berbagai bentuk teror dan ancaman melalui pesan singkat. Dalam unggahan tangkapan layarnya, Amat memperlihatkan pesan ancaman bernada intimidasi ekstrem seperti "tar kami culik nanges" dari akun tak dikenal.
Tidak hanya itu, tangkapan layar percakapan WhatsApp memperlihatkan pesan berbahasa Banjar dengan nada tinggi dari nomor tidak dikenal.
"Padahi lwan kawan ikam. Jangan nyari kesempatan bikin vidio kabut asap sampe nyalahin pak prabowo. Maksut tujuan buhan ikam apa ?? (Beri tahu temanmu. Jangan cari kesempatan buat video kabut asap sampai menyalahkan Pak Prabowo. Maksud dan tujuan kalian apa??),” tulis pemilik nomor.
Pengirim pesan juga menuding aksi vokal Amat sebagai bentuk giringan opini politis dan mengaitkannya dengan sentimen kekalahan dalam pemilu 2024.
Baca Juga: Karhutla Kalimantan Picu Asap Pekat, Jarak Pandang Warga Tinggal 1–2 Meter
Cecaran Penelepon dan Pembelaan Amat Kazhoang Soal Realita Lapangan
Situasi memuncak saat nomor misterius tersebut melakukan panggilan telepon langsung kepada Amat. Dalam rekaman percakapan suara yang diunggah Amat, pria di seberang telepon mengaku sebagai pendukung yang tidak terima dengan konten kritiknya.
