Lari dari Rombongan Bersenjata Tajam, 2 Siswa di Tangsel Tewas usai Tabrak Pembatas Jalan

Sabtu 10 Okt 2026, 13:21 WIB
Ilustrasi kecelakaan motor (Pixabay).
Ilustrasi kecelakaan motor (Pixabay).

SERPONG UTARA, POSKOTA.CO.ID - Dua pelajar meninggal dunia dalam kecelakaan sepeda motor di Jalan Sutera Utama, Pondok Jagung Timur, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Jumat, 9 Oktober 2026 sore.

Keduanya diduga mengalami kecelakaan saat berusaha menghindari kelompok pelajar lain yang disinyalir membawa senjata tajam.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo membenarkan kejadian tersebut dan menyebut polisi telah mengamankan tiga pelajar yang diduga membawa senjata tajam berupa celurit, arit, dan golok.

Peristiwa ini menjadi perhatian aparat untuk mencegah kekerasan antarpelajar yang dapat mengancam keselamatan jiwa.

Baca Juga: 3 Hari Tak Masuk Kerja, Wanita di Pasar Kemis Tangerang Ditemukan Meninggal Membusuk di Kontrakan

"Kronologi bermula sekitar pukul 17.00 WIB. Sekelompok pelajar yang baru selesai menjadi suporter tim futsal SMPN di Tangerang melintas menggunakan sepeda motor," ujar Boy kepada awak media, Sabtu, 10 Oktober 2026.

Menurut Boy, pada waktu bersamaan, rombongan pelajar dari salah satu sekolah swasta di Kota Tangerang melintas dari arah Graha Raya. Kedua kelompok tersebut bertemu secara tidak sengaja di sekitar SPBU Pertamina Alam Sutera.

Lanjut Boy, situasi semakin memanas setelah kelompok pelajar dari sekolah swasta tersebut diduga terlihat membawa senjata tajam. Kelompok pelajar lainnya berusaha menjauh menggunakan sepeda motor menuju Sport Center Alam Sutera.

"Namun, mereka diduga dikejar hingga ke arah Polsubsektor Alam Sutera," ucap Boy.

Baca Juga: Kebakaran Pabrik di Tangerang, Dua Bangunan Terdampak

Saat melintas di Jalan Sutera Utama, tepatnya di seberang pintu masuk sebuah sekolah swasta di Serpong, dua pelajar yang berboncengan terjatuh setelah sepeda motor yang mereka kendarai menabrak pembatas jalan.

Keduanya kemudian membentur tiang listrik di pinggir jalan hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sementara itu, kata Boy, seorang pelajar lainnya berhasil menyelamatkan diri dengan menuju pos keamanan Alam Sutera.

Polisi yang menerima informasi tersebut kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP), mendata korban, serta berkoordinasi dengan tim identifikasi dan ambulans RSUD Kabupaten Tangerang.

Baca Juga: Eks Kasatpol PP Tangerang Mangkir 2 Kali Pemeriksaan Dugaan Pelecehan Seksual, Polda Banten Layangkan Panggilan Ketiga

Boy menegaskan, pihaknya langsung melakukan pengejaran terhadap para pelajar yang diduga membawa senjata tajam. Satu orang diamankan di lokasi kejadian, sedangkan dua lainnya ditangkap di kediaman masing-masing.

"Satu pelajar diamankan di lokasi, sedangkan dua pelajar lainnya ditangkap di kediaman masing-masing," tutur Boy.

Dari tangan ketiga pelajar tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu celurit besar berwarna merah, satu arit, dan satu golok.

Petugas juga mengamankan satu unit sepeda motor serta pakaian berupa jaket dan celana yang berkaitan dengan salah satu pelajar yang ditangkap.

Baca Juga: Polisi Beberkan Motif Perampokan WNA Korea di Citra Raya Tangerang, Pelaku Terancam 9 Tahun Penjara

Boy menjelaskan, penanganan kecelakaan yang menewaskan dua pelajar tersebut diserahkan kepada Unit Kecelakaan Lalu Lintas Satlantas Polres Tangerang Selatan.

Sementara itu, dugaan kepemilikan senjata tajam akan diproses lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Sementara itu, perkara terkait dugaan kepemilikan senjata tajam akan ditindaklanjuti melalui proses hukum dengan melibatkan pihak Balai Pemasyarakatan (Bapas) serta koordinasi dengan jaksa penuntut umum (JPU)," jelas Boy.

Hingga kini, kata Boy, pihaknya masih mendalami rangkaian kejadian tersebut, termasuk dugaan pengejaran antarkelompok pelajar dan kepemilikan senjata tajam.

Penyelidikan dilakukan untuk memastikan kronologi peristiwa serta peran masing-masing pihak yang terlibat. 

“Hasil pemeriksaan tidak menemukan luka tusuk atau sabetan senjata tajam, melainkan memar di wajah, terutama dahi, yang diduga akibat benturan benda keras,” terang Boy.


Berita Terkait


News Update