POSKOTA.CO.ID - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menyalurkan 15 unit ambulans senilai Rp5,7 miliar untuk memperluas akses layanan kesehatan masyarakat di berbagai daerah. Acara serah terima secara resmi digelar di Menara PNM, Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2026.
Penyaluran armada kesehatan ini merupakan bentuk keberlanjutan sinergi kedua lembaga. Pada 2025 lalu, BAZNAS dan PNM juga telah mendistribusikan 6 unit ambulans bernilai Rp2,27 miliar
Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid menyebutkan bahwa penambahan armada tahun ini meningkat dua kali lipat dibanding periode sebelumnya guna menjawab tingginya kebutuhan masyarakat akan fasilitas medis darurat.
"Ini adalah peningkatan dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Ambulans merupakan salah satu fasilitas yang memang sangat diminati dan dibutuhkan oleh masyarakat," ujar Sodik dalam peresmian tersebut.
Baca Juga: Potensi Zakat Pertanian Tembus Rp326,9 Miliar, Baznas Bidik Penguatan Ekonomi Petani
Seluruh unit ambulans tersebut siap didistribusikan ke 15 titik wilayah di Indonesia, antara lain
- Sumatra: Pidie Jaya, Padang, Sumatra Utara, Karo, Jambi, dan Lampung.
- Jawa: Kendal, Bandung, Bogor, Jember, Cirebon, dan Pati.
- Bali dan Nusa Tenggara: Bali.
- Kalimantan dan Maluku: Banjarmasin dan Ambon.
Dorong Program Pemberdayaan Lansiapreneur
Selain memperkuat sektor kesehatan, Baznas RI dan PNM juga tengah menyiapkan kolaborasi di bidang pemberdayaan ekonomi melalui program Lansiapreneur.
Program ini berfokus pada pendampingan dan pembiayaan produktif bagi populasi lanjut usia.
Baca Juga: Kerja Sama Baznas dan TAF, Kucurkan Rp526 Juta untuk Pemberdayaan Mustahik di Kawasan Hutan
"Kami berharap langkah PNM dapat menjadi pemicu bagi BUMN dan perusahaan lain untuk memperkuat jaring pengaman sosial serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas," tambah Sodik.
Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan bahwa keterlibatan PNM dalam sektor sosial dan kesehatan merupakan komitmen perusahaan untuk hadir mendampingi masyarakat, tidak hanya sebatas pembiayaan usaha mikronya.
