JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Rencana Gubernur Jakarta, Pramono Anung memaksimalkan Mal Pelayanan Publik (MPP) agar berbagai urusan administrasi warga dapat diselesaikan dalam satu tempat mendapat respons positif dari masyarakat.
Warga Pancoran, Eddy (43) mengatakan konsep pelayanan satu pintu akan sangat membantu, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu. Ia berharap seluruh proses administrasi benar-benar dapat diselesaikan di MPP tanpa harus kembali mendatangi kantor atau lokasi lain.
"Kalau semua bisa selesai di satu tempat tentu lebih praktis. Kita tidak perlu bolak-balik kaya dipingpong ke kantor yang berbeda, apalagi kalau sedang bekerja," kata Eddy, Jumat, 2 Oktober 2026.
Namun, ia juga berharap integrasi pelayanan tidak membuat antrean semakin panjang akibat banyaknya jenis layanan yang tersedia dalam satu lokasi. Karena itu, kapasitas petugas, sistem antrean, serta infrastruktur pendukung dinilai perlu disiapkan seiring dengan penambahan jenis pelayanan.
Baca Juga: Tak Perlu Pindah-Pindah, Pramono Dorong Pengurusan SIM hingga Paspor Tuntas di MPP
"Tapi juga sistemnya harus diperbaiki, jangan sampai ngantrinya malah jadi masalah," ucap pria yang berprofesi sebagai jurnalis tersebut.
Harapan senada juga disampaikan Faturrahman (37). Menurutnya, kemudahan tersebut akan semakin terasa jika pelayanan di MPP didukung sistem antrean yang jelas dan layanan digital.
Ia berharap proses pelayanan tidak hanya terintegrasi secara administrasi, tetapi dokumen yang diurus dapat langsung diterima masyarakat di lokasi yang sama.
“Yang penting bukan cuma tempatnya yang satu, tetapi prosesnya juga cepat dan jelas. Kalau SIM atau paspor bisa selesai sampai dicetak di MPP, pasti masyarakat sangat mendukung," ucap warga Petukangan, Jakarta Selatan itu.
Baca Juga: Investasi Jakarta Tembus Rp173,6 Triliun, Pramono Anung Soroti Kinerja Mall Pelayanan Publik
Selain layanan tatap muka, keberadaan sistem digital juga dinilai penting untuk mengurangi waktu tunggu masyarakat. Warga berharap pendaftaran, pengunggahan dokumen, hingga pemantauan proses administrasi dapat dilakukan secara daring sebelum datang ke MPP.
Sebelumnya, Pramono meminta pelayanan perizinan dan nonperizinan di MPP terus disederhanakan agar masyarakat tidak perlu berpindah tempat. Ia juga mendorong agar pengurusan SIM hingga pencetakan dapat diselesaikan di MPP, sementara layanan paspor diharapkan dapat mengikuti konsep serupa.
Saat ini, MPP Jakarta telah mengintegrasikan berbagai layanan instansi dan diperkuat titik layanan DPMPTSP serta kanal digital. Pramono menilai pelayanan yang mudah, cepat, transparan, dan terintegrasi penting untuk memberikan kepastian kepada masyarakat sekaligus mendukung aktivitas dunia usaha di Jakarta.
“Kita terus dorong layanan digital. Sehingga masyarakat bisa memilih mau datang langsung atau mengurus secara digital. Ini penting, karena pelayanan publik juga berkaitan langsung dengan iklim investasi,” tuturnya.
