Dia juga pernah bergabung dengan Persatuan Daulat Rakyat (PDR) dan kemudian ikut membentuk Partai Merdeka.
Aktivitasnya tidak hanya berada di ranah politik. Syahganda juga terlibat dalam sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan kebijakan publik dan isu ketenagakerjaan.
Dirinya pernah menjabat sebagai Komisaris Pelindo II pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Selain itu, pada 2010 Syahganda mendirikan Sabang Merauke Circle (SMC), sebuah lembaga kajian dan konsultasi yang bergerak di bidang politik serta kebijakan publik.
Nama Syahganda kembali mendapat perhatian luas pada 2020 ketika ia menjadi salah satu tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia atau KAMI.
KAMI merupakan kelompok yang aktif menyuarakan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah pada periode tersebut.
Aktivitas Syahganda di KAMI berlangsung bersamaan dengan meningkatnya perhatian publik terhadap pembahasan dan pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja.
Tidak lama setelah itu, Syahganda ditangkap dan menjalani proses hukum terkait unggahan mengenai omnibus law.
Perkara tersebut kemudian berujung pada vonis 10 bulan penjara di Pengadilan Negeri Depok.
Setelah menjalani proses hukum, Syahganda tetap aktif dalam kegiatan kajian dan diskusi publik.
Pada masa pemerintahan Prabowo Subianto, ia ikut mendirikan GREAT Institute.
Lembaga tersebut bergerak dalam bidang riset dan kajian yang mencakup ekonomi, politik, serta teknologi.
