Peran pemuka agama/tokoh masyarakat dan pemuka adat. Tak kalah pentingnya melalui jalur pendidikan (kurikulum) sekolah.
Baca Juga: Kopi Pagi: Kebenaran dan Keadilan
Keteladanan pejabat perlu diviralkan, lebih – lebih di era sekarang ini.
Di tengah terpaan pengaruh media sosial di era digital ini, seharusnya kita kian mampu menguatkan diri dan terus membentengi dengan kandungan nilai – nilai Pancasila agar tidak terjerembab dalam pusaran ketidakpastian informasi yang acap mendatangkan ketersinggungan dan kekisruhan.
Perlu bijak dalam mengemas dan menyampaikan informasi di media sosial. Menahan diri untuk tidak terpancing emosi serta memberi kesempatan kepada pihak lain untuk berargumentasi.
Itulah bagian dari pengamalan nilai- nilai Pancasila dalam membangun komunikasi, mencegah disharmoni, seperti dikatakan Pak Harmoko dalam kolom “Kopi Pagi” di media ini.
Kita paham betul sejumlah negara seperti Yugoslavia, Irak, Libya, dan Suriah yang mengalami perpecahan akibat rapuhnya ideologi pemersatu. Kondisi tersebut, menjadi pelajaran penting bagi Indonesia sebagai negara besar dengan hampir 300 juta penduduk dan ribuan suku bangsa.
Mari kita jiwai Pancasila dengan sepenuh hati, bukan setengah hati, terlebih dalam pengamalannya.
