Ganjil Genap Hampir 10 Tahun, Pengamat Desak Kawasan Bisnis Dapat Relaksasi

Selasa 29 Sep 2026, 18:39 WIB
Ilustrasi rekayasa lalu lintas. (Sumber: Poskota)
Ilustrasi rekayasa lalu lintas. (Sumber: Poskota)

Selain pelaku usaha, Ibrahim juga menyoroti dampak ganjil-genap terhadap kendaraan ekspedisi yang menopang aktivitas perdagangan daring. Menurutnya, pembatasan akses kendaraan logistik di sejumlah ruas perlu diatur dengan mempertimbangkan waktu operasional agar distribusi barang tetap berjalan.

“Ini jangan dipersulit. Tinggal bagaimana waktunya, waktu jam berapa boleh mereka lewat,” kata dia.

Ibrahim mencontohkan kendaraan ekspedisi dapat diberikan akses pada waktu tertentu, terutama di luar jam sibuk. Menurut Ibrahim, pengaturan waktu tersebut dapat menjadi salah satu bahan evaluasi dalam penerapan ganjil-genap selama tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.

“Di dalam kota ya mungkin kalau siang-siang enggak mungkin, tetapi kalau pada saat malam, jam-jam tertentu bisa dilewati,” ujar dia.

Selanjutnya, Ibrahim menilai evaluasi setelah hampir 10 tahun menjadi penting agar kebijakan ganjil-genap dapat menyesuaikan dengan perkembangan transportasi dan aktivitas ekonomi Jakarta. Menurutnya, pembahasan mengenai kemungkinan relaksasi perlu mempertimbangkan karakter kawasan, mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta kondisi ekonomi secara bersamaan.


Berita Terkait


News Update