Trotoar di Taman Secawan Depok Ambles, Perbaikan September Belum Terealisasi

Senin 28 Sep 2026, 19:22 WIB
Kondisi trotoar di Jalan Raya Sawangan, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, ambles ke tepi saluran air, Senin, 28 September 2026. (Sumber: Poskota/Sabda Maulana)
Kondisi trotoar di Jalan Raya Sawangan, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, ambles ke tepi saluran air, Senin, 28 September 2026. (Sumber: Poskota/Sabda Maulana)

DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Trotoar di sekitar Taman Secawan, Jalan Raya Sawangan arah Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, ambles sekitar dua bulan lalu. Hingga akhir September 2026, kerusakan itu belum diperbaiki.

Pengurus RT 03/RW 05 setempat, Wartono menjelaskan, amblesnya trotoar terjadi sekitar Agustus 2026.

"Kayaknya habis hujan waktu itu. Turapnya kayaknya kegerus," kata Wartono kepada Poskota, Senin, 28 September 2026

Ia menduga, trotoar ambles disebabkan turap di tepi kali tergerus air. Sementara itu, Jalan Raya Sawangan dilalui kendaraan berat seperti truk, yang menurutnya bisa menambah beban pada struktur di area tersebut.

Baca Juga: Trotoar Jalan Raya Sawangan Depok Ambruk, Anggota DPRD Soroti Proyek Asal Tambal

Laporan ke PUPR Belum Ditindaklanjuti

Menurut Wartono, warga telah melaporkan kerusakan tersebut ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Ia menilai respons awal cepat yang diwujudkan dengan bambu sebagai pembatas.

Perbaikan disebut sempat dijadwalkan pada September 2026. Namun, perbaikan belum dimulai hingga September segera berakhir.

"Katanya sih September mau dibenerin. Sekarang udah mau abis, September enggak jadi-jadi," ucapnya,

Ia juga mengatakan belum ada sosialisasi atau pemberitahuan lanjutan dari pihak terkait.

Baca Juga: Trotoar Taman Secawan Depok Amblas, Pengamat Desak Inspektorat Audit Proyek dan Periksa Kontraktor

Wartono khawatir kerusakan makin parah jika perbaikan tidak segera dilakukan, terlebih musim hujan segera tiba. Tanah yang tidak lagi memiliki penahan dinilai mudah tergerus air.

"Sekarang aja lagi musim kemarau. Kalau nunggu musim hujan sampai ambles, ya bahaya," ujarnya. Ia berharap pemerintah segera menangani agar tidak membahayakan pengguna jalan.

Dampak kerusakan itu dirasakan langsung pejalan kaki. Heni, warga yang kerap melintasi trotoar tersebut, mengaku sudah mengetahui kondisi itu sejak awal terjadi.

"Sering lewat situ. Udah dari bulan Agustus kayaknya," ucap dia.

Karena trotoar tidak bisa dilalui, Heni terpaksa berjalan di bahu jalan yang berdekatan dengan arus kendaraan. Kondisi itu membuatnya tidak nyaman.

"Cukup terganggu, karena harus lewat bahu jalan yang bahaya dilintasi arus kendaraan," ujarnya.

Ia berharap pemerintah segera turun tangan. "Semoga bisa segera diperbaiki," tuturnya. (M2)


Berita Terkait


News Update