"Sekarang aja lagi musim kemarau. Kalau nunggu musim hujan sampai ambles, ya bahaya," ujarnya. Ia berharap pemerintah segera menangani agar tidak membahayakan pengguna jalan.
Dampak kerusakan itu dirasakan langsung pejalan kaki. Heni, warga yang kerap melintasi trotoar tersebut, mengaku sudah mengetahui kondisi itu sejak awal terjadi.
"Sering lewat situ. Udah dari bulan Agustus kayaknya," ucap dia.
Karena trotoar tidak bisa dilalui, Heni terpaksa berjalan di bahu jalan yang berdekatan dengan arus kendaraan. Kondisi itu membuatnya tidak nyaman.
"Cukup terganggu, karena harus lewat bahu jalan yang bahaya dilintasi arus kendaraan," ujarnya.
Ia berharap pemerintah segera turun tangan. "Semoga bisa segera diperbaiki," tuturnya. (M2)
