JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Polisi membantah kebakaran Pasar Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu, 27 September 2026 malam, disebabkan sabotase. Hal tersebut disampaikan Kapolsek Kemayoran, Kompol Bambang Santoso, setelah pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
Menurut Bambang, pihak penyidik telah meminta keterangan dari tiga orang saksi untuk mengetahui penyebab kebakaran. Berdasarkan keterangan sementara, api diduga bermula dari letupan pada mesin frozen yang berada di salah sebuah bagian dalam pasar tersebut.
“Bukan sabotase. Sudah ada tiga saksi (diperiksa), masih kita dalami," kata Bambang saat dikonfirmasi, Senin, 28 September 2026.
Berdasarkan keterangan dari saksi tersebut, kata Bambang, api berasal dari lemari frozen dari salah satu kios yang terdampak kebakaran tersebut. Akibat letupan dari lemari frozen itu muncul api yang kemudian menyambar benda di sekitar sehingga timbul kebakaran.
Baca Juga: Pedagang Pasar Serdang Laporkan Pungli dan Jual Beli Lapak sebelum Terbakar
"Berdasarkan dari keterangan saksi api berasal letupan frozen,” ujarnya.
Terkait dengan temuan bensin di sekitar lokasi kebakaran yang sebelumnya disebut oleh pedagang, Bambang mengatakan pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap orang yang menemukan barang tersebut.
“Ada bensin, yang menemukan lagi dimintai keterangan, lagi dicari keterangan,” ucapnya.
Bambang menegaskan, sejauh pemeriksaan sementara yang dilakukan, polisi belum menemukan adanya indikasi sabotase dalam peristiwa kebakaran tersebut. Penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan penyebab kebakaran secara lebih jelas.
Baca Juga: Pasar Serdang Diduga Dibakar, Pedagang Desak Revitalisasi Dibatalkan
Sebelumnya, kebakaran terjadi di Pasar Serdang sekitar pukul 22.00 WIB. Api dilaporkan muncul dari salah satu bagian pasar dan kemudian ditangani petugas pemadam kebakaran bersama sejumlah pedagang hingga berhasil dipadamkan.
Peristiwa tersebut sempat memunculkan dugaan sabotase dari pedagang, terutama karena adanya temuan bensin di sekitar kantor pasar. Namun, polisi menyatakan temuan tersebut masih didalami dan belum menjadi bukti bahwa kebakaran dilakukan secara sengaja.
Ketua Forum Komunikasi Pedagang Pasar Serdang, H. Sumarno, menyebut terdapat dugaan kebakaran tersebut berkaitan dengan upaya sabotase. Dugaan itu muncul setelah ditemukan bahan bakar minyak (BBM) atau bensin di atas plafon di sekitar ruangan kantor kepala pasar.
“Pagi sebelum kejadian itu, bau BBM itu sudah menyengat, Pak, di sekitar kantor pasar. Semakin sore, semakin malam tambah menyengat,” kata Sumarno kepada Pos Kota, Senin, 28 September 2026.
Menurut Sumarno, sebelum api membesar, pedagang sempat berupaya melakukan pemadaman secara swadaya sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran. Saat petugas tiba, bau menyengat masih tercium di sekitar lokasi kebakaran.
Sumarno menjelaskan, petugas pemadam kebakaran sempat memeriksa bagian kantor pasar setelah mencium bau yang diduga berasal dari bensin. Bagian plafon di atas ruangan kepala pasar disebut dibuka dan ditemukan bensin yang yang disimpan menggunakan plastik.
Baca Juga: Kebakaran Pasar Serdang Diduga Sabotase, Pedagang Temukan Bensin Berbungkus Plastik di Atas Plafon
“Di atas plafon kepala pasar, persis ruangan kepala pasar itu dibuka, di situ ada BBM,” ujarnya.
Sumarno menuturkan, temuan tersebut kemudian diserahkan kepada pihak Inafis untuk kepentingan penyelidikan. Ia juga menyebut sejumlah pedagang sebelumnya sempat mencium bau seperti bensin di sekitar kantor pasar.
“Ada, yang kios belakangnya itu. ‘Kok ada bau bensin?’ Itu cerita semalam ke penyidik kalau enggak salah,” tuturnya.
Dugaan sabotase tersebut, lanjut Sumarno, tidak terlepas dari persoalan yang sebelumnya terjadi di Pasar Serdang, termasuk rencana revitalisasi pasar dan dugaan pungutan liar yang menurutnya telah dilaporkan kepada sejumlah pihak.
"Lapak yang terbakar baru dua (kios) di sekitar pasar. Itu kejahatan tidak punya perikemanusiaan, biadab," kecam Sumarno.
