Polisi Bantah Kebakaran Pasar Serdang Disabotase, Api Diduga dari Lemari Frozen

Senin 28 Sep 2026, 23:35 WIB
Kebakaran terjadi di Pasar Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu, 27 September 2026 sekitar pukul 22.00 WIB. (Sumber: Poskota/ Ali Mansur)
Kebakaran terjadi di Pasar Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu, 27 September 2026 sekitar pukul 22.00 WIB. (Sumber: Poskota/ Ali Mansur)

Peristiwa tersebut sempat memunculkan dugaan sabotase dari pedagang, terutama karena adanya temuan bensin di sekitar kantor pasar. Namun, polisi menyatakan temuan tersebut masih didalami dan belum menjadi bukti bahwa kebakaran dilakukan secara sengaja.

Ketua Forum Komunikasi Pedagang Pasar Serdang, H. Sumarno, menyebut terdapat dugaan kebakaran tersebut berkaitan dengan upaya sabotase. Dugaan itu muncul setelah ditemukan bahan bakar minyak (BBM) atau bensin di atas plafon di sekitar ruangan kantor kepala pasar.

“Pagi sebelum kejadian itu, bau BBM itu sudah menyengat, Pak, di sekitar kantor pasar. Semakin sore, semakin malam tambah menyengat,” kata Sumarno kepada Pos Kota, Senin, 28 September 2026.

Menurut Sumarno, sebelum api membesar, pedagang sempat berupaya melakukan pemadaman secara swadaya sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran. Saat petugas tiba, bau menyengat masih tercium di sekitar lokasi kebakaran.

Sumarno menjelaskan, petugas pemadam kebakaran sempat memeriksa bagian kantor pasar setelah mencium bau yang diduga berasal dari bensin. Bagian plafon di atas ruangan kepala pasar disebut dibuka dan ditemukan bensin yang yang disimpan menggunakan plastik.

Baca Juga: Kebakaran Pasar Serdang Diduga Sabotase, Pedagang Temukan Bensin Berbungkus Plastik di Atas Plafon 

“Di atas plafon kepala pasar, persis ruangan kepala pasar itu dibuka, di situ ada BBM,” ujarnya.

Sumarno menuturkan, temuan tersebut kemudian diserahkan kepada pihak Inafis untuk kepentingan penyelidikan. Ia juga menyebut sejumlah pedagang sebelumnya sempat mencium bau seperti bensin di sekitar kantor pasar.

“Ada, yang kios belakangnya itu. ‘Kok ada bau bensin?’ Itu cerita semalam ke penyidik kalau enggak salah,” tuturnya.

Dugaan sabotase tersebut, lanjut Sumarno, tidak terlepas dari persoalan yang sebelumnya terjadi di Pasar Serdang, termasuk rencana revitalisasi pasar dan dugaan pungutan liar yang menurutnya telah dilaporkan kepada sejumlah pihak.

"Lapak yang terbakar baru dua (kios) di sekitar pasar. Itu kejahatan tidak punya perikemanusiaan, biadab," kecam Sumarno.


Berita Terkait


News Update