TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Dampak kemarau ekstrem fenomena El Nino membuat sedikitnya 300 Kepala Keluarga (KK) di Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, mengalami krisis air bersih parah.
Kondisi kekeringan ini dipicu oleh nihilnya curah hujan di wilayah Kabupaten Tangerang selama beberapa bulan terakhir hingga menyebabkan sumber air warga mengering.
Salah seorang warga Kampung Sodong Pabuaran, Erna (36) mengatakan, sumur timba milik warga sudah tidak lagi mengeluarkan air sejak empat bulan lalu.
"Sudah sekitar empat bulan tidak ada air bersih. Sumur timba yang biasanya terisi air sekarang kosong sama sekali," kata Erna, Senin, 28 September 2026.
Warga Beli Air Galon hingga Rp25 Ribu per Hari
Untuk memenuhi kebutuhan dasar harian seperti memasak dan mandi, warga terpaksa merogoh kocek untuk membeli air galon isi ulang.
Erna mengaku harus membeli hingga lima galon air per hari dengan harga Rp5.000 per galon demi mencukupi kebutuhan seluruh anggota keluarganya.
Merespons kondisi tersebut, Camat Tigaraksa, Cucu Abdurrosyied, mengonfirmasi pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD, Perumdam TKR, Dinas Perkim, dan TNI AU untuk mendistribusikan air bersih.
"Beberapa wilayah terdampak signifikan seperti Desa Sodong, Margasari, Bantar Panjang, hingga Cileles perlahan mulai terfasilitasi bantuan air bersih," ujarnya.
Baca Juga: Dalami Kasus Dugaan Asusila Kasatpol PP, Pemkab Tangerang Bentuk Tim Investigasi
Pemkab Tangerang Bangun Sarana Air Bersih Permanen Mitigasi Kekeringan
Selain penyaluran air melalui mobil tangki, Pemkab Tangerang juga mulai membangun fasilitas Sarana Air Bersih (SAB) sebagai langkah mitigasi jangka panjang.
Di Desa Margasari, pemerintah daerah telah memfungsikan empat titik SAB baru untuk menyuplai kebutuhan air warga sekitar.
Pembangunan titik SAB tambahan juga digencarkan di Kelurahan Kadu Agung, Bantarpanjang, serta Perumahan Triraksa guna mengantisipasi ancaman kekeringan berulang.
