Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Ini Kondisi Terbaru Putra Bung Karno di RS Siloam Semanggi

Jumat 25 Sep 2026, 14:32 WIB
Putra Bung Karno, Guruh Soekarnoputra, tengah dirawat intensif di RS Siloam Semanggi. (Sumber: Instagram/@mrssaladin)
Putra Bung Karno, Guruh Soekarnoputra, tengah dirawat intensif di RS Siloam Semanggi. (Sumber: Instagram/@mrssaladin)

POSKOTA.CO.ID - Putra bungsu Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno, Guruh Soekarnoputra dikabarkan menjalani perawatan intensif di ICU RS Siloam Semanggi, Jakarta.

Kondisi kesehatan Guruh dilaporkan memburuk hingga berada dalam keadaan kritis dan belum sadarkan diri.

Informasi tersebut disampaikan oleh keponakannya, Didi Mahardika, yang memberikan keterangan mengenai perkembangan kesehatan Guruh.

"Saat ini kondisinya masih belum sadar dan masih dalam penanganan dan pengawasan intensif dari Tim Dokter di RS Siloam Semanggi," ujar Didi Mahardika.

Lantas, Guruh Soekarnoputra sakit apa? Bagaimana kondisi terbarunya setelah menjalani perawatan intensif di RS Siloam Semanggi?

Berikut informasi mengenai kondisi kesehatan Guruh Soekarnoputra berdasarkan keterangan keluarga dan laporan terbaru.

Baca Juga: Amal Buton Meninggal karena Apa? Ini Fakta Wafatnya Adik Arie Kriting 15 Hari Sebelum Menikah

Guruh Soekarnoputra Sakit Apa?

Hingga kini pihak keluarga belum mengungkapkan diagnosis atau penyakit spesifik yang menyebabkan Guruh harus mendapatkan perawatan intensif.

Didi Mahardika menjelaskan, keluarga masih meminta agar detail mengenai penyakit Guruh tidak dipublikasikan kepada masyarakat.

"Sejauh ini ada permintaan dari pihak keluarga untuk tidak terlebih dahulu memberikan informasi terkait sakitnya apa, namun demikian, kondisi om Guruh sendiri saat ini sedang tidak baik," ungkap Didi.

Didi Mahardika juga menyampaikan bahwa keluarga telah menginformasikan kondisi kesehatan Guruh kepada Presiden Prabowo Subianto.

Presiden kemudian memberikan perhatian terhadap penanganan Guruh, terutama mengingat kiprahnya sebagai seniman dan budayawan yang memiliki perjalanan panjang dalam sejarah kebudayaan Indonesia.

“Sudah diapresiasi dari Bapak Presiden agar ditangani secara intensif mengingat beliau adalah salah satu budayawan dan pelaku sejarah Indonesia," tandas dia.

Baca Juga: Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Singapura FIFA ASEAN CUP 2026 Hari Ini di Mana Saja? Cek Tempatnya di Jakarta

Profil Guruh Soekarnoputra

Guruh Soekarnoputra memiliki nama lengkap Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra.

Ia lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953 dan merupakan anak bungsu dari pasangan Soekarno dan Fatmawati.

Arsip Pusat Studi Arsip Statis Kepresidenan ANRI mencatat Guruh sebagai seniman sekaligus politikus yang telah menunjukkan ketertarikan terhadap seni sejak usia dini.

Guruh tumbuh bersama empat kakak kandung, yakni Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, dan Sukmawati Soekarnoputri.

Salah satu kakaknya, Megawati Soekarnoputri, kemudian menjadi Presiden kelima Republik Indonesia.

Namun, perjalanan Guruh sendiri lebih banyak dikenal melalui aktivitasnya di bidang seni dan kebudayaan sebelum kemudian terjun ke dunia politik.

Ketertarikan Guruh terhadap dunia seni telah terlihat sejak masa kanak-kanak.

Berdasarkan arsip ANRI, ketika berusia sekitar lima tahun, Guruh telah mempelajari berbagai jenis tari tradisional dari sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Jawa, Sunda, Bali, dan Minang.

Selain menekuni tari, Guruh juga memiliki ketertarikan terhadap musik. Pada usia yang sama, ia membentuk kelompok musik kecil bernama Band Bocah dan mulai belajar memainkan piano.

Bakat tersebut terus berkembang ketika Guruh memasuki usia remaja. Pada 1965, ketika berusia 12 tahun, ia membentuk grup musik The Beat-G.

Beberapa tahun kemudian, pada 1970, Guruh kembali membentuk grup musik bernama The Flower Poetman.

Guruh kemudian dikenal sebagai salah satu seniman yang aktif mengembangkan karya seni pertunjukan Indonesia.

Dirinya mendirikan Swara Mahardhika yang kemudian berkembang menjadi salah satu wadah kesenian.

Selain itu, Guruh juga mendirikan GSP Production atau Gencar Semarak Perkasa.

Ia turut terlibat dalam sejumlah proyek musik dan pertunjukan yang menggabungkan unsur musik modern dengan kekayaan seni tradisional Indonesia.

Dalam perjalanan musiknya, Guruh pernah membentuk Guruh Gipsy bersama sejumlah musisi, termasuk Chrisye, Keenan Nasution, dan Abadi Soesman.

Dia juga terlibat dalam Gank Pegangsaan bersama sejumlah nama penting dalam perkembangan musik Indonesia.

Arsip ANRI mencatat bahwa perjalanan kesenian Guruh mencakup sejumlah karya pertunjukan sejak akhir 1970-an.

Pada 1977, ia mendirikan Swara Maharddhika, sedangkan pada 1989 mendirikan PT Gencar Semarak Perkasa.

Karya-karya Guruh tidak hanya dikenal pada masa awal perjalanan kariernya.

Sejumlah lagu ciptaannya juga kembali mendapat perhatian dari generasi yang lebih muda setelah digunakan dalam berbagai karya populer.

Salah satunya adalah lagu "Kala Sang Surya Tenggelam" yang kembali menjadi perhatian setelah diangkat dalam serial Gadis Kretek pada 2023.

Selain dikenal sebagai seniman dan budayawan, Guruh juga memiliki perjalanan panjang sebagai politikus. Ia tercatat menjadi anggota DPR RI selama beberapa periode.

Berdasarkan dokumen DPR, Guruh pertama kali menjadi anggota DPR pada periode 1992–1997 melalui Partai Demokrasi Indonesia.

Dia kemudian kembali menjadi anggota DPR pada periode 1999–2004, 2004–2009, 2009–2014, 2014–2019, dan 2019–2024.

Dalam perjalanan politiknya, Guruh bergabung dengan PDI Perjuangan setelah perubahan politik di tubuh PDI. Dirinya kemudian mewakili sejumlah daerah pemilihan di Jawa Timur.

Pada periode 1999–2004, Guruh mewakili Jawa Timur, khususnya wilayah Blitar.

Pada periode 2004–2009 dan 2019–2024, ia mewakili Jawa Timur VI. Sementara itu, pada periode 2009–2019, Guruh mewakili Jawa Timur I.


Berita Terkait


News Update