Presiden kemudian memberikan perhatian terhadap penanganan Guruh, terutama mengingat kiprahnya sebagai seniman dan budayawan yang memiliki perjalanan panjang dalam sejarah kebudayaan Indonesia.
“Sudah diapresiasi dari Bapak Presiden agar ditangani secara intensif mengingat beliau adalah salah satu budayawan dan pelaku sejarah Indonesia," tandas dia.
Profil Guruh Soekarnoputra
Guruh Soekarnoputra memiliki nama lengkap Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra.
Ia lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953 dan merupakan anak bungsu dari pasangan Soekarno dan Fatmawati.
Arsip Pusat Studi Arsip Statis Kepresidenan ANRI mencatat Guruh sebagai seniman sekaligus politikus yang telah menunjukkan ketertarikan terhadap seni sejak usia dini.
Guruh tumbuh bersama empat kakak kandung, yakni Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, dan Sukmawati Soekarnoputri.
Salah satu kakaknya, Megawati Soekarnoputri, kemudian menjadi Presiden kelima Republik Indonesia.
Namun, perjalanan Guruh sendiri lebih banyak dikenal melalui aktivitasnya di bidang seni dan kebudayaan sebelum kemudian terjun ke dunia politik.
Ketertarikan Guruh terhadap dunia seni telah terlihat sejak masa kanak-kanak.
Berdasarkan arsip ANRI, ketika berusia sekitar lima tahun, Guruh telah mempelajari berbagai jenis tari tradisional dari sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Jawa, Sunda, Bali, dan Minang.
Selain menekuni tari, Guruh juga memiliki ketertarikan terhadap musik. Pada usia yang sama, ia membentuk kelompok musik kecil bernama Band Bocah dan mulai belajar memainkan piano.
