POSKOTA.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait dugaan korupsi proyek infrastruktur.
Selain Kepala Daerah, lembaga antirasuah tersebut turut menjaring 13 orang lainnya serta menyita barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa penindakan ini berawal dari informasi masyarakat yang ditindaklanjuti dengan serangkaian penyelidikan tertutup di wilayah Sulawesi Utara.
"Tim juga mengamankan barang bukti, di antaranya uang tunai dalam bentuk rupiah dengan total senilai ratusan juta rupiah," ujar Budi Prasetyo di Gedung Redaksional KPK, Jakarta, Selasa, 22 September 2026.
Baca Juga: Pengurusan Hak Tanah ATR/BPN Disidik KPK, Kantor Summarecon Bogor Digeledah
Sebaran Lokasi Penangkapan 14 Orang
Dalam operasi senyap yang berlangsung serentak di beberapa daerah ini, total 14 orang dari berbagai latar belakang diamankan. Pihak yang terjaring mulai dari kepala daerah, kepala dinas, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga pihak swasta.
Rincian sebaran lokasi penangkapannya meliputi:
- Jakarta (5 Orang): Termasuk Bupati Bolmut Sirajudin Lasena yang ditangkap saat berada di ibu kota.
- Sulawesi Utara (8 Orang): Ditangkap di beberapa titik, termasuk wilayah Kabupaten Bolmut.
- Gorontalo (1 Orang): Diamankan oleh tim penyidik di lapangan.
Pihak-pihak yang ditangkap di Jakarta langsung menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK. Sementara itu, terperiksa yang diamankan di daerah menjalani pemeriksaan awal di markas Polres atau Polda setempat.
Baca Juga: OTT KPK Jerat 4 Orang Dekat Nusron Wahid, Pengamat: Status Tersangka Tinggal Tunggu Waktu
Dugaan Suap Proyek Jalan di Dinas PUPR
KPK menduga kasus ini berkaitan dengan praktik penerimaan suap atau janji oleh penyelenggara negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmut. Uang pelicin tersebut diduga terikat dengan pengerjaan sejumlah paket proyek daerah.
Salah satu fokus utama yang kini tengah didalami penyidik adalah proyek pembangunan infrastruktur jalan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bolmut.
"Untuk proyeknya, di antaranya terkait dengan pembangunan infrastruktur jalan di Dinas PUPR," kata Budi.
Hingga saat ini, KPK belum membeberkan kronologi rinci mengenai penangkapan Bupati Bolmut maupun status hukum para pihak yang diamankan.
