Penyebab Banjir Bandang di Solok Sumbar Apa? Ini Penjelasan BMKG dan Peringatan Dini Cuaca

Selasa 22 Sep 2026, 16:45 WIB
BMKG mengungkap penyebab banjir bandang di Solok, Sumbar, yang dipicu hujan lebat mencapai 94 mm per hari. (Sumber: X/@HastoSuprayogo)
BMKG mengungkap penyebab banjir bandang di Solok, Sumbar, yang dipicu hujan lebat mencapai 94 mm per hari. (Sumber: X/@HastoSuprayogo)

POSKOTA.CO.ID - Banjir bandang menerjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin malam, 21 September 2026.

Bencana tersebut terjadi di kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, dan berdampak terhadap Kompleks Perkantoran Bupati Solok, serta sejumlah permukiman warga di sekitarnya.

Derasnya aliran air yang membawa material pasir, batu, lumpur, hingga material longsoran membuat sejumlah kawasan mengalami kerusakan dan aktivitas masyarakat terganggu.

Sebanyak 11 kantor pemerintahan di kawasan Kompleks Perkantoran Bupati Solok dilaporkan mengalami kerusakan parah.

Selain fasilitas pemerintahan, rumah warga di sekitar kawasan Arosuka juga terdampak.

Berdasarkan laporan terbaru, terdapat warga yang mengalami luka-luka dan sejumlah masyarakat harus mendapatkan penanganan serta evakuasi.

Terputusnya jalur Solok-Padang juga menjadi salah satu dampak penting dari bencana tersebut.

Material pasir, batu, lumpur, dan longsoran menutup akses jalan sehingga proses pembersihan harus dilakukan sebelum jalur dapat kembali digunakan.

Lantas, apa sebenarnya penyebab banjir bandang yang menerjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat?

Bagaimana penjelasan BMKG mengenai hujan lebat yang terjadi sebelum bencana dan seperti apa peringatan dini yang telah disampaikan? Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Baca Juga: Sering Overthinking Bisa Pengaruhi Otak? Ini Hubungan Pola Pikir Negatif dan Alzheimer

Penyebab Banjir Bandang di Solok Sumbar Apa?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, hujan lebat menjadi pemicu terjadinya banjir bandang di Kabupaten Solok.

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramadhani mengatakan hujan lebat terjadi secara terus-menerus di sekitar wilayah Solok.

Berdasarkan catatan BMKG, intensitas hujan di wilayah tersebut mencapai 94 milimeter per hari.

Hujan dengan intensitas tersebut kemudian meningkatkan potensi terjadinya aliran air dalam jumlah besar hingga memicu banjir bandang.

Andri menuturkan, hujan tersebut masuk dalam kategori lebat dan menjadi pemicu terjadinya banjir.

"Jadi hujan yang terjadi kategori lebat, dari catatan BMKG, terutama di wilayah sekitar Solok sebesar 94 milimeter per hari, sehingga ini tentu memicu kejadian banjir," ujar Andri dalam konferensi pers BMKG di Jakarta, pada Selasa, 22 September 2026.

Sebelum bencana terjadi, BMKG sendiri menyebut, telah menyampaikan informasi peringatan dini cuaca secara bertahap.

Baca Juga: Komplotan Curanmor Kakak-Adik Diringkus Polisi di Depok, Kunci Y dan CCTV jadi Bukti

Peringatan tersebut diberikan dalam beberapa rentang waktu, mulai dari prakiraan tujuh hari, tiga hari, hingga peringatan dalam skala jam.

Menurut BMKG, sistem peringatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan informasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah mengenai potensi terjadinya cuaca ekstrem.

Andri Ramadhani menjelaskan, peringatan cuaca telah diberikan sebelum kejadian banjir bandang di Solok.

"Kami sampaikan bahwa jauh hari sebelum terjadi, sudah ada peringatan tujuh harian, tiga harian, bahkan pada skala jam-jaman," kata Andri Ramadhani.

Lebih lanjut, BMKG juga mengingatkan masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan.

Wilayah yang perlu mendapat perhatian antara lain kawasan Sumatera bagian utara dan barat, sebagian Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

Peringatan tersebut menjadi penting karena kondisi cuaca dapat berubah dengan cepat, khususnya pada wilayah yang sedang mengalami transisi cuaca atau memiliki pola iklim lokal.

"Pantauan kami dalam sepekan ke depan ada beberapa wilayah yang perlu diwaspadai sepekan ke depan," tandas dia.


Berita Terkait


News Update