Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, hujan lebat menjadi pemicu terjadinya banjir bandang di Kabupaten Solok.
Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramadhani mengatakan hujan lebat terjadi secara terus-menerus di sekitar wilayah Solok.
Berdasarkan catatan BMKG, intensitas hujan di wilayah tersebut mencapai 94 milimeter per hari.
Hujan dengan intensitas tersebut kemudian meningkatkan potensi terjadinya aliran air dalam jumlah besar hingga memicu banjir bandang.
Andri menuturkan, hujan tersebut masuk dalam kategori lebat dan menjadi pemicu terjadinya banjir.
"Jadi hujan yang terjadi kategori lebat, dari catatan BMKG, terutama di wilayah sekitar Solok sebesar 94 milimeter per hari, sehingga ini tentu memicu kejadian banjir," ujar Andri dalam konferensi pers BMKG di Jakarta, pada Selasa, 22 September 2026.
Sebelum bencana terjadi, BMKG sendiri menyebut, telah menyampaikan informasi peringatan dini cuaca secara bertahap.
Baca Juga: Komplotan Curanmor Kakak-Adik Diringkus Polisi di Depok, Kunci Y dan CCTV jadi Bukti
Peringatan tersebut diberikan dalam beberapa rentang waktu, mulai dari prakiraan tujuh hari, tiga hari, hingga peringatan dalam skala jam.
Menurut BMKG, sistem peringatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan informasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah mengenai potensi terjadinya cuaca ekstrem.
Andri Ramadhani menjelaskan, peringatan cuaca telah diberikan sebelum kejadian banjir bandang di Solok.
"Kami sampaikan bahwa jauh hari sebelum terjadi, sudah ada peringatan tujuh harian, tiga harian, bahkan pada skala jam-jaman," kata Andri Ramadhani.
