Kemarau Makin Terasa, Warga Cilandak Mulai Berhemat Air

Kamis 17 Sep 2026, 20:03 WIB
Ilustrasi debit air berkurang. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ilustrasi debit air berkurang. (Sumber: Wikimedia Commons)

“Kemarin saya juga ikut antre air bersih dari PAM. Alhamdulillah, bisa menghemat untuk belanja air galon,” ucap Nasir.

Ia berharap bantuan air bersih dapat lebih sering diberikan selama musim kemarau masih berlangsung. Menurutnya, air merupakan kebutuhan dasar yang selalu diperlukan masyarakat setiap hari.

“Saya harap pemerintah sering-sering bagi air di saat kondisi seperti ini. Air itu kebutuhan sangat dasar yang selalu digunakan setiap hari,” kata Nasir.

Persoalan serupa juga mulai dirasakan warga Pondok Labu, terutama mereka yang mengandalkan air sumur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seorang pedagang warung kopi (warkop), Melisa (27) mengatakan debit air dari pompa milik warga mulai berkurang sehingga aktivitas usahanya ikut terdampak.

Sebagai pedagang, Melisa membutuhkan air untuk berbagai keperluan, terutama mencuci piring dan gelas setelah digunakan pelanggan. Ketika air hanya keluar pada waktu tertentu, pekerjaan menjadi lebih sulit karena kebutuhan air tidak selalu bisa disesuaikan dengan kondisi pompa.

“Ya pasti sangat mengganggu, apalagi saya jualan warung kopi. Untuk cuci piring dan gelas kan butuh air, kalau airnya kadang keluar kadang tidak kan merepotkan,” tuturnya.

Menurut Melisa, penurunan debit air mulai dirasakan sejak musim kemarau dan belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan sehari-hari. Meski kondisi kekeringan belum tergolong parah, keadaan tersebut membuat warga harus lebih menghemat persediaan air yang ada.

“Sejak musim kemarau, air yang keluar dari pompa memang mulai sedikit. Jadi tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” kata dia.

Melisa berharap hujan segera turun sehingga sumber air kembali normal dan kebutuhan warga dapat terpenuhi. Namun, selama kemarau masih berlangsung, ia juga berharap pemerintah meningkatkan perhatian dan distribusi air bersih kepada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air.

“Harapan saya pastinya selain hujan turun, pemerintah lebih perhatian lagi. Distribusi air bersih dari PAM sangat membantu, terutama untuk kebutuhan sehari-hari,” bebernya.

Di tengah kekhawatiran sebagian warga, kondisi berbeda masih dirasakan Tarmadi (53), warga Cilandak Barat RW 5. Ia menggunakan layanan PAM dan pasokan air ke rumahnya masih berjalan lancar, meski tetap waspada jika musim kemarau berlangsung lebih panjang.

“Saya pakai PAM, alhamdulillah air masih lancar, tidak ada kendala. Tapi saya khawatir nanti ke depannya, apalagi katanya musim kemarau masih panjang sampai akhir tahun,” ucap dia.


Berita Terkait


News Update