POSKOTA.CO.ID - Sebanyak 25 merek beras fortifikasi diduga palsu dan dinyatakan tidak memenuhi syarat beredar luas di pasaran.
Dugaan ini diungkap langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Amran menyebut bahwa puluhan merek beras tersebut tidak memenuhi standar gizi beras fortifikasi seperti yang tertera pada level.
Berdasarkan hasil pengujian pada 27 merek beras fortifikasi yang ditemukan di lapangan, sebanyak 25 produk dinyatakan tidak sesuai standar. Sementara, 2 merek lainnya memenuhi syarat.
"Katanya fortifikasi. Setelah kita cek di lab, ada empat lab, kredibel. Kita cek ternyata tidak sesuai dengan levelnya," ujar Amran dalam keterangan resminya.
Baca Juga: OTT Pejabat ATR/BPN, Pengamat Desak KPK Periksa Menteri Nusron Wahid
Amran mengatakan bahwa harga sejumlah beras fortifikasi tersebut juga dijual dengan harga yang tidak sesuai. Sebagian besar beras dijual mulai dari Rp25 ribu hingga Rp57 ribu per kilogram (kg).
Namun, berdasarkan perhitungannya, harga beras fortifikasi yang diperkirakan pemerintah seharusnya dijual sekitar Rp13.000 per kilogram. Sementara, biaya tambahan untuk proses fortifikasi diperkirakan hanya Rp1.000.
"Beras fortifikasi dijual tertinggi Rp 57.000. Mana bisa orang miskin membeli harga Rp 57.000? Padahal begitu dicek, seharusnya harganya Rp 13.000. Karena vitamin tadi yang disyaratkan di labelnya itu tidak sesuai. Ini diduga ya, penipuan selisih Rp 44.000 per kilo, yang tertinggi ya," kata Amran.
Amran menilai, penjualan beras fortifikasi saat ini merugikan konsumen karena ada dugaan praktik penipuan terkait beras fortifikasi hingga mencapai Rp89 triliun.
"Ini sudah tidak tepat sasaran. Kemudian saat ini juga ada praktek penipuan terhadap beras fortifikasi, nilainya ini estimasi ya, Rp 89 triliun. Sesuai data BPS, 39% beras yang beredar premium dan fortifikasi. Sekarang premium hilang, menjelma menjadi fortifikasi," jelasnya.
Amran mengatakan bahwa Kementan akan menarik produk yang terbukti tidak memenuhi standar dan mengajukan pencabutan izinnya.
"Pertama kami sudah perintahkan tarik, yang kedua cabut izinnya, yang ketiga diproses," tegas Amran.
Baca Juga: 22 Aplikasi HP Berisiko Tinggi Diungkap Komdigi, Ternyata Banyak Dipakai Warga RI
Apa Itu Beras Fortifikasi?
Mengutip informasi dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, beras fortifikasi adalah beras yang ditambahkan zat gizi mikro secara sengaja melalui proses teknologi pangan.
Biasanya, beras fortifikasi diperkaya dengan zat besi, asam folat, vitamin B1, B3, B6, dan zinc. Dengan begitu, ada berbagai kandungan gizi di dalam beras, bukan hanya karbohidrat saja.
Zat gizi pada beras fortifikasi umumnya ditambahkan setelah padi digiling menjadi beras. Cara pembuatannya dilakukan dengan mencampurkan butir beras khusus yang telah diberi vitamin dan mineral ke dalam beras biasa. Hasilnya, kandungan gizi nasi yang dikonsumsi menjadi lebih lengkap.
Dengan begini, kandungan nilai gizi pada beras dapat disesuaikan dengan kebutuhan gizi masyarakat seperti penanggulangan stunting. Hal ini lah yang membuat harganya bisa lebih mahal dibanding beras biasa.
Baca Juga: Tim 9 Kejagung Segera Limpahkan Dugaan TPPU Febrie Adriansyah ke Penuntutan
Daftar Beras Fortifikasi Palsu yang Diamankan
Berikut ini daftar 25 merek beras fortifikasi yang diduga palsu dan diamankan oleh Kementerian Pertanian.
- Idola Fortifikasi
- Idola High Quality Whole Grain Rice
- Idola Long Grain Rice
- Ikan Mas Cupang
- AAA Wijaya Kusuma
- Cantik Manis
- Penari Bangkok
- Topi Koki Short Grain
- Topi Koki Setra Royale
- Topi Koki Long Grain Crystal
- HOK-1 Gohan
- Maknyuss Pulen Gizi
- Anak Raja Fortifikasi
- Anak Raja Nusantara
- Top Anak Raja
- PMS Induk Ayam
- Sumo
- Rasvit
- FS Nutri Rice
- Pelikan
- Rice Rojolele
- Super Kepala Beras Premium 111
- 111 Golden Number
- Putri Koki
- Wellfarm Beras Diabetes.
