"Ini jelas berlawanan dengan semangat memperingati atau merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kita bergembira dengan Maulid Nabi itu dengan mengikuti sunnah beliau, seperti halnya membaca shalawat dan membaca Alquran,” ujar Kiai Cholil dalam postingan medsosnya, pada Senin, 14 September 2026.
Lebih lanjut, Kiai Cholil membedakan antara karnaval sebagai bentuk kreativitas masyarakat dengan pertunjukan yang menurutnya mengandung unsur menakutkan atau simbol tertentu yang tidak sejalan dengan nilai keagamaan.
“Karnaval yang sifatnya mendidik tentu boleh, tetapi ketika itu menjadi animisme atau sesuatu yang menakutkan, tentu sangat bertentangan dengan haflah Maulid Nabi,” terangnya.
