Perubahan harga ini datang tidak lama setelah Apple memperkenalkan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Kedua perangkat menjadi penerus lini Pro dengan sejumlah pembaruan pada performa, kamera, baterai, dan fitur kecerdasan buatan.
Apple memasarkan iPhone 18 Pro mulai US$1.199, sedangkan iPhone 18 Pro Max dibanderol mulai US$1.299. Keduanya menggunakan chip A20 Pro dan sistem pendinginan vapor chamber generasi baru.
Salah satu peningkatan yang diperkenalkan adalah kamera utama Fusion 48MP dengan variable aperture. Fitur ini memberikan kontrol lebih luas terhadap bukaan lensa ketika pengguna mengambil foto.
Apple juga menyebut sistem pendinginan baru mampu memberikan peningkatan performa berkelanjutan hingga 40 persen dalam kondisi tertentu. Sementara iPhone 18 Pro Max diklaim membawa peningkatan daya tahan baterai terbesar yang pernah ditawarkan pada lini iPhone.
Di sisi perangkat lunak, kedua model menjalankan iOS 27 dan membawa pengembangan Apple Intelligence serta Siri AI.
Biaya Memori Diduga Ikut Menekan Harga
Ada faktor lain yang tidak kalah menarik di balik perubahan harga tersebut, yakni meningkatnya biaya komponen memori dan penyimpanan.
Pertumbuhan infrastruktur kecerdasan buatan membuat permintaan terhadap RAM dan penyimpanan NAND meningkat. Kondisi ini turut memberikan tekanan pada biaya produksi berbagai perangkat elektronik.
CEO Apple Tim Cook sebelumnya menggambarkan kenaikan biaya memori sebagai situasi yang sangat ekstrem. Apple juga telah menyesuaikan harga sejumlah produk lain, termasuk beberapa model Mac dan iPad.
Kenaikan harga produk menjadi sesuatu yang tidak sepenuhnya dapat dihindari.
Baca Juga: iOS 27 Tersedia untuk Hp Apa Saja? Simak Daftar iPhone yang Kebagian dan Cara Updatenya
Bagaimana dengan Harga iPhone di Indonesia?
Bagi konsumen Indonesia, kenaikan harga di Amerika Serikat belum bisa langsung dijadikan patokan harga resmi. Apple menerapkan strategi harga dan jadwal penjualan yang berbeda di setiap negara.
