"Pembagian SRU ini dilakukan untuk memperluas cakupan pencarian dan mengoptimalkan seluruh unsur serta sarana yang tersedia di lapangan," kata Rizky.
Sementara itu, kondisi cuaca di lokasi pencarian pada hari kedua dilaporkan cerah berawan, dengan angin bertiup dari arah selatan menuju utara sekitar 14 knot dan tinggi gelombang 0,4 hingga 1 meter.
Tim SAR Gabungan akan terus melakukan pencarian dengan mengoptimalkan seluruh unsur, sarana, dan peralatan yang tersedia.
Baca Juga: Sempat Ditutup Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, 3 Bandara Kembali Beroperasi
"Evaluasi juga dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arus, serta perkembangan informasi di lapangan," ucap Rizky.
Menurut Rizky, Pencarian melibatkan unsur SAR, TNI-Polri, pemerintah daerah, Balawista, nelayan, masyarakat, serta unsur terkait lainnya.
Sejumlah armada dan peralatan turut dikerahkan, seperti kapal SAR, RIB, drone thermal, serta peralatan medis dan komunikasi.
Sebelumnya sebanyak delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri dari Warta, 55 tahun selaku kapten kapal, Surakman, 60 tahun sebagai ABK, Heriyanto, 49 tahun sebagai guide.
Baca Juga: Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Ganggu Udara Jakarta, Pemprov Kerahkan Water Mist
Kemudian lima jurnalis, yaitu M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis freelance.
"Kami mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jasa transportasi laut, untuk turut memberikan informasi apabila menemukan tanda-tanda keberadaan speed boat maupun delapan orang yang masih dalam pencarian," imbau Rizky.
