POSKOTA.CO.ID - Jagat media sosial dihebohkan oleh ramalan seorang pria bernama Frankie McDonald yang menyatakan bahwa wilayah Indonesia akan dihantam gempa bumi berkekuatan besar pada 2026.
Frankie McDonald dikenal sebagai pengamat sekaligus pembawa laporan cuaca asal Kanada. Ia kerap membagikan informasi mengenai pengamatan cuaca berdasarkan hasil analisis mandiri yang kemudian di unggah di platform kanal YouTube pribadinya.
Dalam rekaman video terbaru yang diunggahnya lewat akun Facebook, Frankie menyatakan bahwa Indonesia akan dilanda gempa besar sebelum akhir tahun 2026.
Ia bahkan mengungkapkan bahwa bencana tersebut akan memberikan dampak paling parah di wilayah Jakarta dan Pulau Jawa.
Baca Juga: Frankie McDonald Orang Mana? Ini Sosok yang Viral Ramalkan Gempa Besar Guncang Jakarta 2026
“Gempa bumi besar lainnya akan menghantam Indonesia sebelum tahun 2026 berakhir. Gempa ini akan menyebabkan banyak kerusakan di Indonesia, termasuk Jakarta dan Jawa," kata Frankie dalam video yang viral.
Lebih lanjut, Frankie bahkan menyebutkan dengan spesifik mengenai kekuatan gempa tersebut. Gempa bumi itu dikatakan memiliki kekuatan magnitudo 7,0 hingga M 9,0.
"Gempa ini akan membawa kekuatan magnitudo 7,0 atau lebih besar, atau bahkan magnitudo 9,0 atau lebih besar di Indonesia,” tuturnya.
Frankie mengingatkan warga lokal untuk menyiapkan berbagai perlengkapan dan perbekalan guna menghadapi gempa, seperti penerangan darurat, air bersih, peralatan medis, dan lainnya.
Sontak saja pernyataan Frankie ini membuat publik resah sekaligus bertanya-tanya mengenai kebenaran klaim tersebut.
Baca Juga: Sebaran Abu Anak Krakatau Bergerak ke Samudra Hindia, Jakarta Keluar dari Zona Bahaya
Penjelasan Resmi BMKG
Menanggapi video viral yang meresahkan publik, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum diketahui kebenarannya.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto menyatakan bahwa gempa tidak dapat diprediksi secara tepat kapan dan di mana akan terjadi.
Wijayanto pun meminta masyarakat untuk tidak langsung panik menyikapi video yang beredar karena informasi mengenai isu tersebut belum terverifikasi.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi Siang Ini 8 September 2026, Cek Update Terbarunya
"Indonesia adalah daerah rawan gempa, gempa dapat terjadi kapan saja, gempa belum dapat diprediksi kapan dan di mana akan terjadi secara tepat. Masyarakat Indonesia diimbau agar tetap tenang dan waspada serta tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, khususnya yang beredar melalui media sosial," kata Wijayanto dalam keterangannya.
Menurut Wijayanto, Indonesia memang berada di daerah rawan bencana, tak terkecuali gempa. BMKG bahkan telah beberapa kali menyampaikan terkait potensi megathrust dan sesar aktif yang mungkin terjadi.
Meski begitu, mengenai kapan bencana tersebut terjadi, masih tidak bisa dipastikan. Bahkan, belum ada teknologi yang dapat memprediksinya.
"Wilayah Indonesia terletak di daerah yang rawan gempa. sudah berkali-kali juga kita sosialisasikan, ada ancaman dari sumber megathrust dan sesar aktif. Namun kapan dan di mana secara pasti tidak bisa dipastikan. Belum ada teknologi yang memprediksi gempa secara tepat waktu dan lokasinya," jelasnya.
Lebih lanjut, Wijayanto menuturkan, apabila ada ramalan yang betul-betul terjadi secara tepat sesuai dengan peristiwa, maka hal tersebut hanyalah kebetulan.
"Ramalan itu kebetulan saja. Secara rata-rata di Indonesia terjadi 2 kali gempa per tahun dengan magnitudo M >7,0, bahkan di 2026 sampai Agustus ini sudah ada 2x gempa M>7,0 (Flores, Malut)," ungkapnya.
