Ribuan Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

Senin 07 Sep 2026, 21:40 WIB
Ilustrasi suasana Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten. (Sumber: Dok. PT Angkasa Pura Indonesia)
Ilustrasi suasana Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten. (Sumber: Dok. PT Angkasa Pura Indonesia)

TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Sebanyak 2.300 penerbangan dan 270.337 penumpang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, Banten. Data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tersebut tercatat hingga Senin, 7 September 2026 pukul 09.00 WIB.

"Dampaknya mencakup penerbangan yang dibatalkan, ditunda, maupun dialihkan. Sampai pagi ini, sekitar 2.300 penerbangan dan 270.337 penumpang terdampak," kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam keterangannya, Senin, 7 September 2026.

Dari total tersebut, sebanyak 1.397 penerbangan dengan sekitar 177.579 penumpang terdampak akibat penutupan sementara sejumlah bandara. Sementara 922 penerbangan dengan sekitar 92.758 penumpang lainnya terdampak karena adanya penyesuaian rute penerbangan.

Sejumlah bandara di wilayah Jawa dan Sumatra masih mengalami gangguan operasional akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Kemenhub memperpanjang penutupan sementara tujuh bandara hingga pukul 18.00 WIB demi memastikan keselamatan penerbangan.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan ISPA Imbas Abu Krakatau, Dinkes Serang Siagakan Puskesmas 24 Jam

Ketujuh bandara tersebut yakni Bandara Soekarno-Hatta, Banten; Bandara Radin Inten II, Lampung; Bandara Budiarto, Banten; Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta; Bandara Pondok Cabe, Banten; Bandara Muhammad Taufiq Kiemas, Lampung; serta Bandara Husein Sastranegara, Jawa Barat.

"Penutupan operasional bandara sementara masih dilanjutkan hingga pukul 18.00 WIB. Kami terus memantau informasi terbaru dari BMKG dan akan menginformasikan apabila terjadi perubahan," ucapnya.

Sementara itu, Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan, yang sebelumnya sempat terdampak telah kembali beroperasi normal sejak pukul 09.00 WIB.

Menurutnya, gangguan penerbangan masih terjadi setelah Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Minggu malam. Abu vulkanik baru kemudian terbawa angin dengan arah berbeda pada sejumlah lapisan atmosfer.

Baca Juga: Bandara Soekarno-Hatta Belum Dibuka, Hasil Tes Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Negatif

"Tadi malam Gunung Anak Krakatau kembali erupsi dan menimbulkan debu vulkanik baru. Arah angin di beberapa lapisan juga berbeda, sehingga debu masih bertahan di sekitar bandara yang dekat dengan Gunung Anak Krakatau," ujarnya.

Menurut Dudy, berdasarkan pemantauan BMKG pada Senin pagi, abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terdeteksi pada dua lapisan ketinggian, yakni hingga 15.000 kaki dan 50.000 kaki. Kondisi tersebut masih berpotensi mengganggu jalur penerbangan sehingga penyesuaian operasional terus dilakukan.

"Kemenhub bersama pengelola bandara dan maskapai juga terus berkoordinasi untuk menangani penumpang yang terdampak," tuturnya.

Dudy memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap diupayakan berjalan dengan menyesuaikan kondisi operasional dan aspek keselamatan penerbangan. Jika kondisi sudah memungkinkan, sejumlah persiapan akan dilakukan sebelum bandara kembali melayani penerbangan, salah satunya dengan membersihkan fasilitas yang terdampak abu vulkanik.

"Jika kondisi sudah memungkinkan untuk bandara dibuka, kami akan melakukan pembersihan runway, taxi way, maupun apron agar bandara siap dioperasikan," tuturnya.

Selanjutnya, untuk mengurangi penumpukan penumpang, Kemenhub menyiapkan enam bandara alternatif yang dapat digunakan sesuai kondisi dan kebutuhan penerbangan. Keenamnya yakni Bandara Juanda di Jawa Timur, Adi Soemarmo dan Jenderal Ahmad Yani di Jawa Tengah, Bandara Internasional Yogyakarta dan Adisutjipto di Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Bandara Internasional Kertajati di Jawa Barat.

"Kami mengimbau maskapai menggunakan bandara alternatif yang sudah disiapkan untuk menghindari penumpukan penumpang," katanya.

Lanjut Dudy, penggunaan bandara alternatif tetap menyesuaikan kondisi operasional, kesiapan fasilitas, rute penerbangan, serta keputusan masing-masing maskapai. Kemenhub juga berkoordinasi dengan pengelola bandara, AirNav Indonesia, maskapai dan instansi terkait untuk memastikan penyesuaian penerbangan berlangsung aman.

"Mengingatkan calon penumpang untuk mengecek status penerbangan kepada maskapai sebelum berangkat menuju bandara," kata dia.

Selain itu, Dudy juga meminta penumpang yang terdampak untuk mengikuti informasi terkait perubahan jadwal maupun pengalihan penerbangan dari maskapai. Masyarakat juga diminta memantau perkembangan penerbangan melalui kanal resmi Kemenhub, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dan informasi dari masing-masing maskapai.

"Kami terus memantau dan mengevaluasi kondisi dengan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan," pungkasnya.


Berita Terkait


News Update