Antisipasi Lonjakan ISPA Imbas Abu Krakatau, Dinkes Serang Siagakan Puskesmas 24 Jam

Senin 07 Sep 2026, 21:30 WIB
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau bergerak ke arah berbeda pada lapisan atmosfer tinggi dan rendah. (Sumber: PVMBG)
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau bergerak ke arah berbeda pada lapisan atmosfer tinggi dan rendah. (Sumber: PVMBG)

SERANG, POSKOTA.CO.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang menyiagakan seluruh puskesmas di wilayahnya untuk beroperasi penuh selama 24 jam.

Langkah siaga darurat ini diambil guna mengantisipasi lonjakan pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) imbas hujan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Kepala Dinkes Kabupaten Serang, dr. Efrizal memaparkan, pihaknya aktif memantau kondisi kesehatan warga sejak awan abu vulkanik mulai menyelimuti wilayah Serang.

"Untuk saat ini terus kami pantau, kemarin belum ada tanda tanda peningkat kasus yg berhubungan dengan abu vulkanik," kata Efrizal kepada wartawan, Senin, 7 September 2026.

Baca Juga: Bandara Soekarno-Hatta Belum Dibuka, Hasil Tes Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Negatif

Efrizal menambahkan, pihaknya berfokus menggelar kampanye pencegahan penyakit melalui pembagian masker gratis di wilayah pesisir.

"Kami hari ini membagikan masker untuk desa desa di Kecamatan Anyer dan Cinangka, secara simbolis di kantor Kecamatan dengan semua Kepala Desa," ujarnya.

Kesiapan layanan kesehatan pendukung juga dipastikan telah dalam kondisi optimal untuk merawat warga terdampak.

"Semua Puskesmas kami siagakan, ini perintah bupati dan Puskesmas kami memang buka 24 jam," ucapnya.

Baca Juga: Sebaran Abu Anak Krakatau Meluas hingga Samudra Hindia, 8 Bandara Ditutup Sementara

Pasokan obat-obatan dan kesiapan tenaga medis di lapangan dipastikan mencukupi kebutuhan penanganan darurat.

Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Serang, paparan abu vulkanik kini telah meluas hingga mengotori 20 kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Serang.

Kecamatan terdampak mencakup Anyer, Cinangka, Ciomas, Mancak, Pabuaran, Baros, Padarincang, Cikeusal, Petir, Bandung, Kramatwatu, Puloampel, Cikande, Carenang, Kibin, Kragilan, Pamarayan, Tanara, Bojonegara, hingga Tunjung Teja.

Masyarakat yang berada di kawasan terdampak imbau ketat untuk mengenakan masker dan kacamata saat terpaksa beraktivitas di luar ruangan.

Warga juga diminta membatasi kegiatan di luar rumah serta selalu menutup pintu, jendela, dan ventilasi untuk mencegah debu masuk ke dalam hunian.


Berita Terkait


News Update