Pedagang Pasar Pondok Labu Berguguran, Ekonom Celios: Daya Beli Kelas Menengah Kian Tertekan

Kamis 03 Sep 2026, 19:52 WIB
Potret Ekonom Celios, Bhima Yudhistira. (Sumber: Istimewa)
Potret Ekonom Celios, Bhima Yudhistira. (Sumber: Istimewa)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Lesunya aktivitas ekonomi kian tampak dengan banyaknya pedagang di pasar tradisional yang menutup kiosnya.

Hal tersebut terlihat dari kondisi Pasar Tradisional Pondok Labu, Jakarta Selatan yang kini makin sepi pengunjung. Deretan kios tutup menjadi pemandangan harian akibat lemahnya tranksaksi jual-beli.

Fenomena ini menggambarkan bahwa daya beli masyarakat masih tertekan. Hal tersebut diutarakan Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira yang menyebutkan bahwa ini membuktikan daya beli masyarakat masih tertekan.

Bhima menyoroti kelompok menengah serta mengatakan fenomena lemahnya daya beli terjadi sejak tiga tahun terakhir.

Baca Juga: Kalah Saing dengan Pasar Online, Separuh Pedagang Pasar Gudang Tigaraksa Gulung Tikar

Hal itu, selaras dengan indek penjualan ritel yang menunjukan banyak tekanan.

“Masyarakat sebenarnya membeli barang-barang secara online itu karena promo atau diskon jadi bukan permintaan secara organik atau secada alamiah," ungkap Bhima kepada Pos Kota, Kamis, 3 September 2026.

Ia menuturkan, satu di antara yang membuat kios pedagang berguguran adalah memang tidak ada pembatasan impor barang-barang, walhasil memukul riteler domestik, terutama barang-barang yang dijual UMKM atau industri dalam negeri.

"Selama beberapa masalah tidak segera di selesaikan, maka kehancuran dari kios-kios itu pun akan terus berlanjut. Termasuk juga ada kekhawatiran ditengah merosotnya permintaan, tapi biaya sewa, listrik dan lain-lainnya mengalami kenaikan," tuturnya.

Baca Juga: Omzet Anjlok 80 Persen, Pedagang Pasar Pondok Labu Terpaksa Jual Kios

Kata Bhima, belum adanya intervensi atau stimulus dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya dalam membenahi tata kelola pasar serta mendorong regulasi impor yang memihak kepada pedagang lokal.


Berita Terkait


News Update