Menurunnya debit air dapat mengurangi habitat berbagai jenis ikan dan organisme air lainnya.
Kematian ikan meningkat
Air yang semakin dangkal dan perubahan kondisi perairan dapat membuat ikan kesulitan bertahan hidup.
Kebutuhan irigasi terancam
Petani di sepanjang aliran sungai berpotensi mengalami kesulitan memperoleh pasokan air untuk lahan pertanian.
Populasi ikan sapu-sapu tetap menjadi perhatian
Di sisi lain, keberadaan ikan sapu-sapu dalam jumlah besar perlu diperhatikan karena spesies ini dikenal mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi perairan.
Kekeringan Sungai Juwana Jadi Peringatan
Fenomena jutaan ikan sapu-sapu mati di Sungai Juwana menunjukkan bahwa dampak kemarau ekstrem bisa merambat ke berbagai sektor. Ketika sungai kehilangan debit air, bukan hanya ikan yang terdampak, tetapi juga masyarakat yang bergantung pada alirannya.
Warga tentu berharap kondisi tersebut tidak berlangsung terlalu lama. Kembalinya pasokan air menjadi penting untuk menjaga keberlangsungan ekosistem sekaligus membantu petani menghadapi musim kemarau yang masih berlangsung.
Pada akhirnya, kondisi Sungai Juwana menjadi pengingat bahwa air sungai memiliki fungsi yang jauh lebih besar daripada sekadar aliran air. Ketika debitnya menyusut, dampaknya bisa terasa sampai ke lingkungan, pertanian, dan kehidupan warga di sepanjang alirannya.
