PALANGKARAYA, POSKOTA.CO.ID - Duka menyelimuti para relawan yang berada di garis depan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Dalam waktu hanya tiga hari, dua relawan di Palangka Raya dan Kabupaten Kotawaringin Barat meninggal dunia setelah mengalami gangguan kesehatan usai menjalankan tugas di lapangan.
Keduanya selama ini terlibat dalam penanganan karhutla, termasuk membantu proses pemadaman ketika api masih mengancam sejumlah wilayah. Kepergian mereka menjadi kehilangan bagi keluarga sekaligus rekan-rekan yang selama ini bekerja bersama di tengah kondisi lapangan yang tidak mudah.
Korban pertama diketahui bernama Akhmad Rizani. Ia merupakan anggota Satgas Tanggap Darurat Karhutla Kota Palangka Raya sekaligus Ketua Regu TSAK Palangka.
Baca Juga: 5 Isi Menu MBG yang Diduga Bikin 750 Murid-Guru SMAN 1 Lasem Rembang Diare Massal
Akhmad Rizani Sempat Dirawat Enam Hari
Berdasarkan informasi dari BPBD Kota Palangka Raya, kondisi Akhmad Rizani mulai menurun ketika menjalankan tugas pemadaman karhutla di Jalan Rungan.
Rizani sempat mengalami kondisi drop sebelum akhirnya mendapatkan perawatan. Selama enam hari, ia menjalani perawatan untuk memulihkan kondisi kesehatannya.
Namun, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawanya. Rizani meninggal dunia pada Kamis, 27 Agustus.
Kabar tersebut kemudian menjadi duka bagi jajaran relawan dan pihak-pihak yang selama ini terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya.
Kisah serupa terjadi beberapa hari kemudian di Kabupaten Kotawaringin Barat.
Ahmadin Meninggal Setelah Bertugas Menangani Karhutla
Tiga hari setelah Rizani meninggal, relawan lain bernama Ahmadin alias Itam Madin juga mengembuskan napas terakhir.
Ahmadin merupakan relawan Damkar Huma Singgah Itah di Kabupaten Kotawaringin Barat. Berdasarkan keterangan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kobar, Ahmadin sempat menjalani perawatan setelah bertugas menangani karhutla.
Kondisinya kemudian memburuk hingga akhirnya Ahmadin meninggal dunia pada Minggu, 30 Agustus.
Dua kejadian tersebut menunjukkan bahwa tugas relawan pemadam kebakaran bukan pekerjaan ringan. Mereka harus berhadapan langsung dengan kondisi lapangan yang penuh risiko, terlebih ketika kebakaran terjadi di tengah cuaca panas dan lingkungan yang sulit diprediksi.
Baca Juga: Jutaan Ikan Sapu-Sapu Mati di Sungai Juwana, Kemarau Ekstrem Bikin Air Menyusut
Dua Relawan yang Gugur dalam Penanganan Karhutla
Akhmad Rizani — anggota Satgas Tanggap Darurat Karhutla Kota Palangka Raya dan Ketua Regu TSAK Palangka. Meninggal pada 27 Agustus setelah sebelumnya menjalani perawatan selama enam hari.
Ahmadin alias Itam Madin — relawan Damkar Huma Singgah Itah Kabupaten Kotawaringin Barat. Meninggal pada 30 Agustus setelah sempat mendapatkan perawatan usai bertugas menangani karhutla.
Kepergian Akhmad Rizani dan Ahmadin menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla tidak hanya soal memadamkan api. Di balik upaya tersebut, ada para relawan yang mempertaruhkan tenaga dan kesehatan untuk melindungi lingkungan serta masyarakat.
Duka pun disampaikan kepada keluarga kedua relawan dan rekan-rekan seperjuangan yang ditinggalkan. Dedikasi mereka dalam membantu penanganan karhutla di Kalimantan Tengah menjadi bagian penting dari perjuangan menghadapi bencana kebakaran di lapangan.
