POSKOTA.CO.ID - Isi menu MBG yang disajikan pihak SPPG Soditan Lasem menjadi sorotan publik setelah lebih dari 750 siswa dan guru SMAN 1 Lasem, Rembang mengalami diare massal karena diduga keracunan makanan.
Setelah ratusan santri Ponpes Manba'ul Hikam, Sidoarjo diduga keracunan MBG, kini kasus serupa terjadi di SMAN 1 Lasem, Rembang, Jawa Tengah.
Dikabarkan, sekitar 725 siswa dan 25 guru yang ada di sekolah tersebut mengalami diare secara berbarengan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Adapun, menu MBG yang diterima pihak sekolah didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soditan Lasem.
Baca Juga: Ancaman Overkapasitas TPA Sarimukti, Pemprov Jabar Target TPPAS Legok Nangka Beroperasi 2029
Apa Isi Menu MBG yang Disajikan?
Peristiwa keracunan tersebut diduga disebabkan oleh menu yang dikonsumsi siswa dan juga guru pada Rabu, 2 September 2026.
Adapun, menu yang dihidangkan pada saat itu terdiri dari lima jenis, yaitu nasi putih, ayam bakar dan lalapan, tempe mendoan, sambal teri, dan semangka potong.
Kronologi Dugaan Keracunan MBG
Awal peristiwa dugaan keracunan semula saat pihak sekolah menerima menu MBG yang dibagikan oleh SPPG Soditan Lasem pada Rabu, 2 September 2026.
Para siswa dan guru kemudian menyantap menu tersebut pada saat makan siang, sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah itu, belum ada tanda-tanda keracunan yang terlihat.
Baca Juga: Sopir Ekspedisi Jawa-Sumatera Ditangkap Bawa Sabu di Serang
Gejala keracunan kemudian baru dirasakan oleh para siswa pada Rabu,2 September malam hari hingga Kamis, 3 September 2026 pagi hari.
Pada saat itu, sejumlah siswa masih masuk ke sekolah seperti biasa. Namun, di tengah kegiatan belajar mengajar, kondisi para siswa dan guru kembali memburuk hingga mengalami diare bersamaan sekitar pukul 09.00 WIB.
Para Siswa Dipulangkan Lebih Cepat
Para korban yang diduga keracunan MBG itu kemudian langsung mendapatkan penanganan di puskesmas setempat.
Baca Juga: Jutaan Ikan Sapu-Sapu Mati di Sungai Juwana, Kemarau Ekstrem Bikin Air Menyusut
Menghimpun dari akun X @Jateng_Twit, pihak sekolah bahkan menghentikan kegiatan belajar lebih cepat dan memulangkan para siswa karena toilet sekolah tak mampu menampung seluruh korban.
Mereka harus dipulangkan lebih awal pada hari Kamis (03 September 2026) sekira pukul 08.30 Wib, karena toilet sekolah tak mampu menampung banyaknya siswa yang alami gejala diare, perut mual dan muntah-muntah," tulis akun X @Jateng_Twit, dikutip pada Kamis 3 September 2026.
