Pada saat itu, sejumlah siswa masih masuk ke sekolah seperti biasa. Namun, di tengah kegiatan belajar mengajar, kondisi para siswa dan guru kembali memburuk hingga mengalami diare bersamaan sekitar pukul 09.00 WIB.
Para Siswa Dipulangkan Lebih Cepat
Para korban yang diduga keracunan MBG itu kemudian langsung mendapatkan penanganan di puskesmas setempat.
Baca Juga: Jutaan Ikan Sapu-Sapu Mati di Sungai Juwana, Kemarau Ekstrem Bikin Air Menyusut
Menghimpun dari akun X @Jateng_Twit, pihak sekolah bahkan menghentikan kegiatan belajar lebih cepat dan memulangkan para siswa karena toilet sekolah tak mampu menampung seluruh korban.
Mereka harus dipulangkan lebih awal pada hari Kamis (03 September 2026) sekira pukul 08.30 Wib, karena toilet sekolah tak mampu menampung banyaknya siswa yang alami gejala diare, perut mual dan muntah-muntah," tulis akun X @Jateng_Twit, dikutip pada Kamis 3 September 2026.
