POSKOTA.CO.ID - Pertumbuhan trafik data, layanan cloud, dan pusat data di Indonesia mendorong kebutuhan infrastruktur jaringan yang lebih tangguh dan fleksibel. Menjawab tantangan tersebut, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) bersama PT Aplikanusa Lintasarta resmi menjalin kolaborasi strategis untuk memperkuat jaringan konektivitas berkapasitas tinggi di koridor Sumatra hingga Batam.
Melalui kemitraan ini, kedua perusahaan mengoptimalkan teknologi Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) pada dua rute utama, yakni Medan–Batam dan Padang–Batam. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan (BAK) di sela ajang Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Nusa Dua, Bali.
Dalam dunia telekomunikasi, Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) merupakan teknologi kritikal untuk mendongkrak kapasitas kabel serat optik. Teknologi ini memungkinkan transmisi beberapa jalur data berkecepatan tinggi secara bersamaan (simultan) hanya dalam satu helai fiber optic.
Penggunaan DWDM pada rute Medan–Batam dan Padang–Batam memberikan sejumlah keunggulan teknis yang krusial bagi ekosistem digital:
Baca Juga: Telkom Akses Turunkan 150 Teknisi Tangani Jaringan di NTT, Layanan Siaga 24 Jam
- Mampu menampung lonjakan trafik data tanpa perlu menggelar kabel baru secara fisik.
- Memastikan transmisi data berjalan cepat dan stabil, fleksibel untuk kebutuhan mendesak.
- Mengakomodasi kebutuhan korporasi, integrasi data center, hingga workload berbasis kecerdasan buatan (AI) dan cloud.

Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf mengatakan, kolaborasi dengan Lintasarta menjadi bagian dari strategi InfraNexia dalam memperluas pemanfaatan infrastruktur melalui pendekatan yang terbuka dan kolaboratif.
“Pertumbuhan ekonomi digital membutuhkan jaringan yang tidak hanya mampu menyediakan kapasitas besar, tetapi juga dapat berkembang mengikuti kebutuhan pelanggan. Melalui kolaborasi bersama Lintasarta, kami memperkuat koridor Medan–Batam dan Padang–Batam sebagai bagian dari fondasi konektivitas yang dapat mendukung ekspansi layanan, pertumbuhan trafik data, serta kebutuhan digital baru di masa depan,” ujar Lukman.
Baca Juga: Telkom Solution Perkuat B2B ICT, Bidik Pertumbuhan Bisnis Enterprise di Kawasan Asia Pasifik
Menurut Lukman, kerja sama tersebut juga mencerminkan peran InfraNexia sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi berbasis prinsip open access dan neutral infrastructure. Dengan jaringan berskala nasional, InfraNexia membuka peluang bagi berbagai pelaku industri untuk memanfaatkan infrastruktur secara lebih efisien sesuai dengan kebutuhan kapasitas dan model layanan masing-masing.
Sementara itu, Direktur Utama Lintasarta Armand Hermawan, menyampaikan bahwa konektivitas berkapasitas tinggi merupakan salah satu fondasi utama dalam mendukung kebutuhan transformasi digital yang terus berkembang.
“Kebutuhan terhadap layanan digital, cloud, data center, dan berbagai workload berbasis teknologi terus meningkat. Kolaborasi bersama InfraNexia melalui pemanfaatan layanan DWDM ini menjadi bagian dari upaya kami dalam memperkuat kapabilitas jaringan agar dapat terus mendukung kebutuhan transformasi digital pelanggan secara optimal,” pungkas Armand.
Armand menambahkan bahwa kolaborasi dengan para mitra ekosistem menjadi bagian penting dalam memperkuat fondasi infrastruktur digital yang berdaulat sekaligus adaptif terhadap perkembangan kebutuhan industri.
Baca Juga: TelkomGroup Salurkan Bantuan Kemanusiaan Capai Rp1,3 Miliar untuk Warga Terdampak Gempa NTT
“Bagi Lintasarta, penguatan konektivitas merupakan bagian dari Lintasarta Intelligent Core, fondasi layanan digital terintegrasi yang kami kembangkan untuk menghadirkan konektivitas yang andal sekaligus menjawab kebutuhan pelanggan yang terus berkembang,” lanjut Armand.
Rute Medan–Batam dan Padang–Batam memiliki nilai strategis dalam mendukung konektivitas digital dari wilayah Sumatra menuju Batam. Penguatan konektivitas pada kedua koridor tersebut diharapkan dapat mengakomodasi pertumbuhan trafik data sekaligus memberikan fleksibilitas jaringan yang lebih besar dalam mendukung perkembangan berbagai layanan digital di masa mendatang.
Kerja sama InfraNexia dan Lintasarta turut mempertegas pentingnya sinergi antarpelaku industri dalam membangun ekosistem telekomunikasi yang semakin efisien dan berkelanjutan. Melalui optimalisasi kapabilitas dan infrastruktur yang dimiliki masing-masing perusahaan, kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas, mendukung pengembangan layanan, serta menciptakan nilai tambah bagi pertumbuhan ekosistem digital Indonesia.
InfraNexia sebagai pilar utama bisnis wholesale fiber connectivity TelkomGroup akan terus memperluas kolaborasi dengan operator telekomunikasi, Internet Service Provider (ISP), Network Access Provider (NAP), pusat data, hyperscaler, dan berbagai pelaku industri lainnya. Melalui sinergi lintas industri, InfraNexia berkomitmen untuk memperkuat ekosistem konektivitas nasional serta menghadirkan infrastruktur yang semakin scalable, reliable, dan siap mendukung pertumbuhan kebutuhan digital masyarakat.
