Daun kering, debu, maupun kotoran lain yang menumpuk di sekitar kondensor sebaiknya dibersihkan.
Namun, sama seperti unit indoor, pembersihan menggunakan air harus dilakukan dengan hati-hati. Bagian motor dan komponen listrik perlu terlindungi dari air.
6. Pastikan Sirkulasi Udara di Ruangan Tidak Terhambat
AC membutuhkan waktu untuk mendinginkan ruangan, terutama ketika suhu luar sedang tinggi.
Pastikan pintu dan jendela tertutup ketika AC digunakan. Jika pintu atau jendela terus terbuka, udara dingin akan mudah keluar dan udara panas dari luar masuk ke dalam ruangan.
Periksa pula posisi furnitur yang mungkin menghalangi hembusan udara dari AC.
Jangan menutup bagian depan unit indoor dengan lemari, tirai, atau benda lain.
Sirkulasi udara yang baik akan membantu udara dingin menyebar lebih merata ke seluruh ruangan.
7. Hindari Menyalakan AC dengan Suhu Terlalu Rendah
Ketika cuaca sangat panas, pengguna biasanya langsung mengatur suhu AC pada angka paling rendah. Padahal, langkah tersebut tidak selalu membuat ruangan lebih cepat dingin.
AC tetap membutuhkan waktu untuk menurunkan suhu ruangan. Menyetel suhu terlalu rendah justru dapat membuat perangkat bekerja lebih lama untuk mencapai target tersebut.
Gunakan suhu yang nyaman dan berikan waktu bagi AC untuk bekerja. Setelah ruangan mulai terasa sejuk, pengaturan dapat disesuaikan kembali sesuai kebutuhan.
8. Periksa Apakah Ada Es pada Evaporator
Jika AC terasa tidak dingin, perhatikan apakah terdapat lapisan es pada bagian evaporator atau pipa tertentu.
Munculnya bunga es dapat berkaitan dengan beberapa masalah, seperti aliran udara yang tidak lancar atau gangguan pada sistem pendingin.
