Ko Hee-jin Apakah Sudah Menikah? Ini Profil Mantan Pelatih Megawati Hangestri yang Mundur dari Red Sparks karena Dugaan Pelecehan

Jumat 28 Agu 2026, 17:24 WIB
Mantan pelatih Megawati Hangestri Pertiwi di Red Sparks, Ko Hee-jin resmi mengundurkan diri dari Red Sparks (Sumber: Instagram/@red_force_akashi)
Mantan pelatih Megawati Hangestri Pertiwi di Red Sparks, Ko Hee-jin resmi mengundurkan diri dari Red Sparks (Sumber: Instagram/@red_force_akashi)

POSKOTA.CO.ID - Mantan pelatih Megawati Hangestri Pertiwi di Red Sparks, Ko Hee-jin resmi mengundurkan diri dari posisi pelatih kepala setelah klub diterpa kontroversi yang melibatkan salah satu staf kepelatihannya.

Pengunduran diri tersebut diketahui karena alasan yang melatarbelakanginya berkaitan dengan dugaan pelecehan seksual terhadap seorang pemain.

Red Sparks mengumumkan pengunduran diri Ko Hee-jin melalui pernyataan resmi pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Red Sparks menjelaskan bahwa Ko Hee-jin sendiri yang menyampaikan keinginan untuk mengundurkan diri. Setelah melalui pertimbangan, pihak klub kemudian menerima keputusan tersebut.

“Pelatih Ko Hee-jin baru-baru ini menyatakan niatnya untuk mengundurkan diri dengan mengambil tanggung jawab sebagai pelatih atas serangkaian kejadian yang terjadi. Setelah mempertimbangkannya dengan matang, klub memutuskan untuk menerima pengunduran dirinya,” demikian pernyataan resmi klub yang dikutip dari Naver.

Kasus yang menjadi sorotan bermula dari acara makan bersama tim yang digelar ketika jeda All-Star pada Januari 2026.

Dalam acara tersebut, salah satu pelatih berinisial A diduga melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap seorang pemain.

Peristiwa itu kemudian baru diketahui oleh pihak klub beberapa bulan setelah kejadian.

Red Sparks sendiri disebut baru mengetahui kasus tersebut pada Mei 2026. Setelah memperoleh informasi mengenai kejadian itu, klub mengambil langkah dengan memisahkan pihak-pihak yang terlibat.

Kasus ini pun lalu tidak hanya ditangani secara internal. Klub juga melaporkannya kepada Korean Volleyball Federation (KOVO) dan Sports Ethics Center.

Meskipun tidak disebut terlibat langsung dalam dugaan tindakan tersebut, Ko Hee-jin tetap merasa bertanggung jawab sebagai pelatih kepala.


Berita Terkait


News Update