Ulama Nahdliyin Sampaikan Evaluasi untuk Muktamar NU ke-35

Kamis 27 Agu 2026, 22:24 WIB
Sejumlah ulama dan tokoh Nahdliyin mengikuti Halaqah Refleksi Kepemimpinan PBNU di Aula Universitas Darul Ulum, Jombang, menjelang Muktamar NU ke-35. (Sumber: Istimewa)
Sejumlah ulama dan tokoh Nahdliyin mengikuti Halaqah Refleksi Kepemimpinan PBNU di Aula Universitas Darul Ulum, Jombang, menjelang Muktamar NU ke-35. (Sumber: Istimewa)

JOMBANG, POSKOTA.CO.IDSejumlah ulama dan tokoh Nahdliyin menggelar Halaqah Refleksi Kepemimpinan PBNU di Aula Universitas Darul Ulum, Jombang, pada Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut berlangsung sehari sebelum pembukaan Muktamar NU ke-35 dan menjadi ruang evaluasi terhadap perjalanan kepemimpinan PBNU.

Halaqah yang digelar Forum Ulama Nahdliyin (FUN) itu diikuti ratusan kiai pengasuh pondok pesantren, tokoh NU, pengurus badan otonom NU, serta warga Nahdliyin yang berada di Jombang menjelang pelaksanaan Muktamar NU ke-35.

Ketua FUN KH Mujib Qulyubi mengatakan, forum tersebut merupakan bagian dari ikhtiar untuk melakukan refleksi terhadap kondisi organisasi. Menurutnya, kritik dan evaluasi diperlukan ketika terdapat persoalan yang dinilai perlu diperbaiki.

“Apabila melihat kemungkaran maka ubahlah dengan kekuasaan, jika tidak bisa, maka dengan lisan. Jika tidak bisa, maka selemah-lemahnya iman adalah dengan hati,” ujar KH Mujib.

Baca Juga: Jelang Muktamar NU, Ulama Nahdliyyin Serukan Penolakan Politik Uang

Ia juga menyinggung pengunduran diri Rois Syuriyah PWNU Provinsi Gorontalo, dr KH Burhanudin Umar, yang disebut tidak kuat melihat konflik di kalangan elite organisasi.

“Karena tidak kuat melihat pertengkaran elit-elit kita, maka mengundurkan diri sebagai Rois Syuriyah. Mudah-mudahan sekecil apa pun ikhtiar kita, semoga upaya NU Kultural kita ini dicatat sebagai bagian dari perjuangan tersebut,” katanya.

Tokoh NU Andi Najmi Fuadi mengatakan, tema refleksi kepemimpinan sengaja diangkat sehari sebelum Muktamar NU ke-35. Hasil diskusi diharapkan dapat menjadi masukan bagi para muktamirin dalam menentukan arah organisasi ke depan.

Dalam forum tersebut, sejumlah pembicara menyampaikan kritik terhadap kepemimpinan PBNU saat ini. Pengasuh Pondok Pesantren Wali Salatiga KH Anis Maftuhin bahkan meminta peserta muktamar tidak memilih kembali kepemimpinan yang ada.

Baca Juga: Jelang Muktamar NU, Idrus Marham Dorong Kepengurusan Baru Maksimalkan Potensi Kader

“Pemimpin sekarang la qowiyyan walaa amiinan. Jangan dipilih kembali,” ujar Kiai Anis.


News Update