Secara umum, klasifikasinya adalah sebagai berikut:
Sangat Pendek: 1–5 hari
Pendek: 6–10 hari
Menengah: 11–20 hari
Panjang: 21–30 hari
Sangat Panjang: 31–60 hari
Kekeringan Ekstrem: lebih dari 60 hari
Ada pula kondisi masih ada hujan, ketika pada periode pemantauan terakhir tercatat curah hujan yang memenuhi kriteria hari hujan.
Pembagian ini membantu masyarakat memahami bahwa tidak semua periode tanpa hujan memiliki tingkat risiko yang sama. HTH selama tiga hari, misalnya, tentu berbeda dengan kondisi ketika hujan tidak turun selama lebih dari dua bulan.
Karena itu, angka HTH sebaiknya tidak dibaca sendirian. Kondisi tanah, ketersediaan air, karakter wilayah, pola hujan, serta kebutuhan air masyarakat juga ikut menentukan seberapa besar dampak yang mungkin terjadi.
Mengapa Hari Tanpa Hujan Penting Dipantau?
1. Menjadi Indikator Awal Kekeringan
Salah satu alasan utama HTH dipantau adalah untuk melihat perkembangan kekeringan meteorologis, yaitu kondisi ketika curah hujan berada di bawah kondisi normal dalam periode tertentu.
Semakin panjang rentang hari tanpa hujan, semakin besar perhatian yang perlu diberikan, terutama jika kondisi tersebut terjadi di wilayah yang memang memasuki musim kemarau.
