Apa Itu Hari Tanpa Hujan dan Mengapa Penting Dipantau?

Selasa 25 Agu 2026, 15:00 WIB
Ilustrasi kondisi wilayah saat mengalami periode Hari Tanpa Hujan yang panjang dan berpotensi meningkatkan risiko kekeringan. (Sumber: Pixnio)
Ilustrasi kondisi wilayah saat mengalami periode Hari Tanpa Hujan yang panjang dan berpotensi meningkatkan risiko kekeringan. (Sumber: Pixnio)

Secara umum, klasifikasinya adalah sebagai berikut:

Sangat Pendek: 1–5 hari

Pendek: 6–10 hari

Menengah: 11–20 hari

Panjang: 21–30 hari

Sangat Panjang: 31–60 hari

Kekeringan Ekstrem: lebih dari 60 hari

Ada pula kondisi masih ada hujan, ketika pada periode pemantauan terakhir tercatat curah hujan yang memenuhi kriteria hari hujan.

Pembagian ini membantu masyarakat memahami bahwa tidak semua periode tanpa hujan memiliki tingkat risiko yang sama. HTH selama tiga hari, misalnya, tentu berbeda dengan kondisi ketika hujan tidak turun selama lebih dari dua bulan.

Karena itu, angka HTH sebaiknya tidak dibaca sendirian. Kondisi tanah, ketersediaan air, karakter wilayah, pola hujan, serta kebutuhan air masyarakat juga ikut menentukan seberapa besar dampak yang mungkin terjadi.

Mengapa Hari Tanpa Hujan Penting Dipantau?

1. Menjadi Indikator Awal Kekeringan

Salah satu alasan utama HTH dipantau adalah untuk melihat perkembangan kekeringan meteorologis, yaitu kondisi ketika curah hujan berada di bawah kondisi normal dalam periode tertentu.

Semakin panjang rentang hari tanpa hujan, semakin besar perhatian yang perlu diberikan, terutama jika kondisi tersebut terjadi di wilayah yang memang memasuki musim kemarau.


Berita Terkait


News Update