POSKOTA.CO.ID - Istilah hari tanpa hujan atau HTH cukup sering muncul ketika musim kemarau mulai terasa panjang. Biasanya, istilah ini hadir dalam laporan cuaca dan iklim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terutama ketika suatu daerah mulai mengalami rentang hari kering yang lebih lama dari biasanya.
Bagi sebagian orang, HTH mungkin terdengar sederhana. Tidak hujan selama beberapa hari, lalu disebut hari tanpa hujan. Namun, dalam pemantauan iklim, perhitungannya memiliki batas yang jelas.
BMKG menggunakan HTH untuk melihat berapa lama suatu wilayah tidak mengalami hujan atau hanya menerima curah hujan kurang dari 1 milimeter (mm) secara berturut-turut. Data tersebut kemudian digunakan untuk membaca perkembangan kondisi kering di suatu wilayah.
Jadi, ketika sebuah berita menyebut suatu daerah mengalami HTH selama 30, 40, bahkan lebih dari 60 hari, angka tersebut bukan sekadar catatan cuaca. Ada informasi penting di baliknya, terutama mengenai potensi kekeringan dan dampaknya terhadap aktivitas masyarakat.
Baca Juga: 7 Tips Hemat Listrik di Rumah Saat Cuaca Panas Meski Pakai AC, Ini Trik Jitunya!
Definisi HTH: Apa yang Dimaksud Hari Tanpa Hujan?
Secara sederhana, Hari Tanpa Hujan (HTH) adalah jumlah hari berturut-turut ketika suatu wilayah tidak mengalami hujan atau hanya menerima curah hujan di bawah 1 mm per hari.
BMKG mendefinisikan hari dengan curah hujan kurang dari 1 mm sebagai hari tanpa hujan dalam penghitungan deret HTH. Sebaliknya, jika curah hujan mencapai 1 mm atau lebih, hari tersebut masuk kategori hari hujan dan rangkaian HTH berakhir.
Cara menghitungnya juga tidak sekadar melihat kalender. Penghitungan dilakukan dari tanggal pengamatan terakhir dan ditarik ke belakang sampai ditemukan hari yang memenuhi kriteria sebagai hari hujan. Karena itu, angka HTH pada suatu lokasi dapat berubah setelah terjadi hujan yang memenuhi batas tersebut.
Contohnya, sebuah wilayah tidak mendapat hujan berarti selama 12 hari. Jika pada hari ke-13 turun hujan dengan curah hujan 5 mm, rangkaian HTH sebelumnya berhenti pada hari ke-12.
Hal ini penting dipahami karena HTH bukan berarti sebuah daerah sama sekali tidak mendapatkan setetes air selama periode tersebut. Curah hujan yang sangat kecil, yakni kurang dari 1 mm, masih dapat dihitung sebagai hari tanpa hujan.
Kategori Hari Tanpa Hujan Menurut BMKG
Agar kondisi setiap wilayah lebih mudah dibaca, HTH dikelompokkan berdasarkan lamanya hari kering berturut-turut.
